Selasa, 01 Juli 2008

NONTON BARENG PIALA EROPA 08 (Sebuah catatan melepas bakti ketua lama )

Sudah lama rasanya tak mendengar lagu Indonesia Raya di dinyanyikan secara khidmat, khususnya oleh Komunitas Sangray, tepatnya di hari Minggu, tanggal 29 Juni 2008 malam. Inilah sebuah pembuka yang disusun secara baik oleh Tim Panitia, guna membuka cakrawala bahwa sesungguhnya di komunitas Sangray punya potensi untuk selalu kompak, Rukun, punya nilai kebersamaan sekaligus punya keberanian dan peduli terhadap kemajuan bersama.

Rasanya tak ada kata yang pas untuk menggambarkan suasana malam itu, Semboyan “Indonesia Bisa” telah hadir di Komunitas Sangray dengan wujud yang lain. Pernak-pernik acara di pemilihan Ketua Rt. Kosong delapan, hadir dengan ragamnya, mulai dari layer lebar yang disetting sesuai selera, Sound system sederhana, pemutar CD/DVD yang mampu bercerita banyak tentang tingkah laku warga RT, sebuah infocus melenkapi mewahnya pemilihan ketua serta dokomentasi yang sempurna mulai dari kamera Digital, Kamera Hp, hingga handycam sampai kameramen dan kamerawati dadakan. Dan yang paling glamour adalah beraneka macamnya door prize dengan jumlah hadiah yang sangat luar biasa plus Grandprize Hp langsung Kring.

Entah Karena ini momentnya pas atau ini merupakan fenomena baru di Ke-rt-an kosong delapan atau ada sebuah wawasan pandangan yang diperkaya dengan gaya bicara Pak Ketua RW Bpk Hartiyo, punya wibawa, tegas dan sudah familiar di ke-rt-an kosng delapan. Yang pasti seluruh undangan yang datang baik dari Rt. 01 sampai dengan Rt.09 punya andil memberi dukungan atas suksesnya pemilihan tersebut.

Namun kami juga sadar akan ketokohan ketua Rt 08 periode 2005-2008, Pak Hanung sangat lentur dan punya daya tahan sebagai ketua Rt diantara ketua Rt lainnya diwilayah RW.18. misalnya ketika Beliau harus berhadapan dengan sebuah pertanyaan yang sangat memojokan beliau, baik tentang BLT, pembagian konversi kompor Gas serta termasuk juga tekanan-tekanan yang secara emosional tidak punya toleran terhadap hasil kerja beliau, lain waktu mendukung, disisi lain menginjak-injak karakter beliau. Namun pengalaman Beliau dipengurusan Rt sebelumnnya, menjadikan suasana saat itu benar-benar menjadikan beliau selalu lebih”bintang” dari siapapun, apalagi warga RT.08 mendukung sepenuhnya kepengurusan beliau. Untuk itu dengan sendirinya, beliau yang menempati “posisi” paling teladan diacara malam itu,.

Kini Pak Hanung sudah harus melepas jabatannya sebagai ketua Rt.08, banyak kalangan terutama warga Rt.08, sangat menyayanginya, karena disaat akhir kepengurusan Beliau ini, suasana kondusif dan kebersamaan warga sudah mulai terbentuk dan terasa manfaatnya. Dipengurusan Beliau yang terakhir ini, dan ketika harus flashback atas biografi beliau, mau tak mau kami harus melihatnya kembali sejak dari halaman-halaman awal kepengurusannya. Banyak hasil kerja yang sudah digoreskan dan terukir sangat baik pada komunitas Sangray saat ini.

Ada banyak hal yang sangat mendesak untuk diselesaikan, problem-problem warga didekat rumah juga jangan dilupakan, serta berbagai konflik juga tak boleh diratapi terlalu lama, inilah sebuah kerja yang harus diusung oleh kepengurusan RT yang baru terpilih. Periode tahun 2008-2011. Terima kasih kepada Pak Hanung & keluarga untuk baktinya kepada kepengurusan Rt 08/18 periode 2005-2008, juga teruntuk sekretaris yang mendampinginya Ibu Daryati Nursigit, juga Kepada Pak Koswara sebagai Bendahara. Terima kasih pula buat Tim Panitia yang menggelar acara sangat baik serta seluruh warga Rt delapan atas dukungan dan kehadirannya. Salam kompak selalu, Hidup Sangihe ! Is The best.