Selasa, 25 November 2008

Komando 589 pada Formasi RW18

Formasi kepengurusan RW delapan belas yang baru disyahkan awal Nopember 2008 ini ( periode 2008-2011 ), memberikan suatu angin segar bagi beberapa kelompok RT yang selama ini merasa dipinggirkan, apa yang dilakukan ketua RW kali ini merupakan sebuah indicator perubahan, semacam demokrasi baru, dimana sepanjang kepengurusan Beliau kurang lebih 18 tahun kebelakang, lebih banyak menggandeng kelompok dari wilayah Utara ( Rt, 1., 2 dan 3 ) , wilayah Timur ( Rt. 6, 7 ) dan wilayah barat ( Rt. 4 ) sementara wilayah Selatan ( 5, 8, 9 ) lebih cendrung berperan sebagai Soda Gembira. Kekuatan Formasi sebelumnya memang cendrung berifat kewilayahan, ini dimungkinkan karena Pak Rw sendiri bertempat tinggal diwilayah utara, kedekatan dan Witing tresnonnya lebih cendrung demi kepentingan tugas-tugas beliau.

Pak RW memang bukan orang baru didalam seni memanage orang, Beliau seorang Play maker, Pandai bicara, lugas dan tahu persis kapan saatnya merangkul, kapan saatnya membiarkan bergerak, bahkan beliau juga seorang yang handal dan tahu persis mengendalikan situasi, seluruh wilayah dibawah wewenangnya, ibarat lapangan Bola, dimana poisis Beliau sebagai Striker dengan supporter yang siap mendukungnya, semuanya tinggal tergantung Beliau, kapan saatnya mau mencetak Goal, dan kapan saatnya membuang Bola keluar lapangan, semuannya sangat tergantung kepada moment dan konteksnya.

Tetapi siapapun tidak membantah, siapapun bisa menyaksikan bahwa formasi yang dibangun Pak RW kali ini, adalah sebuah racikan , semacam bumbu, yang bisa membangkitkan selera makan, bisa punya rasa pedas, manis , asin atau sama sekali tak punya rasa . Namun secara khusus masuknya beberapa orang dari kelompok selatan ( Blok 8 Gab rt 5,8,9 ) seperti Pak Hanung, Pak Nursigit, Pak Purwoyo, Pak Sugeng, Pak Supartono, P’Sugiono serta Pak Abidin , punya nilai perubahan, mereka semua masing-masing punya “GAYA” yang khas, gaya seorang Oposisi, namun tetap berada pada Rel yang mereka yakini bisa bermanfaat bagi program-program kerja ke depan., Rasa Optimis yang ditunjukan oleh mereka tentunya akan berdampak muculnya semangat baru , dengan kemeriahan yang berbeda dari sebelumnya, walaupun pengendali utamanya tetap di Tangnan Pak RW, namun mereka punya setengah mimpi yang bisa mereka wujudkan secara bersama-sama.

Inilah tantangannya, kepada mereka yang tergabung di Komando 589 ( Kumpulan Ide dan Kreatifitas dari Rt.5, Rt.8 dan Rt.9 ) tentunya tidak sekedar berkolaborasi, tapi harus punya visi, 2700 Jiwa di wilayah RW delapan belas, merupakan Ladang amal, ini bagian terkecil dari membangun Indonesia kedepan. Sudah sepatutnya kalau warga RT Delapan, ikut andil mensupport rekan mereka dikepengurusan RW delapan belas, Sambil menyanyikan senandung OJO Dumeh. Bravo Rtdelapan, Bravo Detasemen 88. Selamat Bekerja. ( #msntro#)

Minggu, 23 November 2008

Mengantar Sebuah Kebahagiaan (2)

Inilah moment yang kedua kalinya, kami di komunitas Sangray mencoba menghantarkan sebuah kebahagaian pada hari Sabtu tanggal 08 Nopember 2008 kepada Ananda Santi Susanti A.Md dengan Tri Wahyudi SE, mereka berdua telah dipertemukan Allah SWT semata-mata untuk menjalankan syariat Islam yakni melaksanakan akad Nikah/ijab Kabul seiring dengan kedekatan mereka sebagai dua anak manusia, yang selama ini sudah saling kenal, sudah saling cinta, sudah saling tahu, Tahu apanya ? tahu dalam dalam arti bukan Auratnya, tapi tahu dalam arti sifat kemanusiannya, seperti Kepribadiannya, pemikirannya, Bakatnya, keinginananya, Wataknya, Sifatnya, Kekuatan-kelemahannya dan tahu tentang sopan santunnya serta apa saja yang membentuk kemanusiaaanya.

Pernikahan tidak hanya sekedar formalitas hubungan antar kasih sayang dua manusia, bukan pula hanya upacra sacral yang merupakan bagian dari kehidupan manusia, namun pernikahan merupakan ibadah yang disyariatkan oleh Allah swt, melalui rasulnnya, untuk itu tidak diragukan lagi bahwa pernikahan adalah suatu bukti ketundukan seseorang kepada Allah Swt dan rasulnya.

Tak banyak kata yang bisa kami sampaikan selain menyampaikan rasa Syukur dan restu kepada kedua mempelai, dan Do’a agar keduanya dijadikan keluarga yang Sakinah, Mawadah , Warohmah, Jadikanlah pertemuan keduannya menjadi pasangan yang bisa saling menentramkan, berilah mereka berdua kekuatan untuk menjalani hidup berumah tangga dan limpahkanlah Rezeki serta dekatkanlah keduannya dengan selalu berzikir kepada Allah Swt..

Buat Keluarga besar Ibu Sindra Rida Gani Idrus, dan Keluarga Bpk Duracman , Semoga senantiasa dilimpahkan Rahmat dan Hidayat dari Allah Swt, dan menjadi orang tua teladan bagi putra-putrinya. Teriring salam buat Kak Embo dan Kak Ferry, Reza kapan Menyusul ? Amin. ( *Mstro*)

Sabtu, 25 Oktober 2008

BLA...BLA...BLA.....Blind Power


Beberapa kali saya pernah mengikuti pertemuan-pertemuan yang sifatnya pencerahan baik dalam motivasi diri, pengembangan diri, maupun teknik2 marketing, mulai dari Ir Haryanto ( bumi arasy), Handi Irawan, TungDesem waringin, Renaldi Kasali, Mario Teguh, Andreas Harefa, namun kali ini, ada sesuatu yang menggugah saya berpikir lebih jauh lagi, bukan saja tentang pengetahuan itu sendiri, tapi lebih kepada nuansa bahwa kehadiran sang Pencipta seolah hadir lewat seorang yang bernama Ramaditya adikara.

Hari Jumat pagi, dibulan Oktober 2008 dilantai 3 tempat aku bekerja disebuah kantor dijakarta, seorang rekan panitya, memperkenalkan salah satu pembicara yang akan berbicara tentang membangun motivasi diri, melihat kehadirannya pertama kali di ruangan itu, bayanganku merasa bahwa akan sama kalau melihat orang ini dan orang yang sejenis dengan Rama, namun beberapa menit bayangan itu seolah hancur dan memudar, saat seorang panitia memperkenalkanya lebih jauh lagi tentang dirinya.

Namanya Eko Ramaditya Adikara . Profesinya : game music composer, blogger , motivator, penulis , wartawan , dan editor. Lalu apa istimewanya ? Tidak ada , kecuali bahwa dia menjalani semua profesi itu dalam kegelapan . Ya , Rama adalah seorang tunanetra !?

Tapi, jangan pandang Rama sebelah mata. Walau sudah tunanetra sejak lahir, Rama mampu melakukan pekerjaan yang galibnnya dilakukan orang normal. Dia ikut dalam penataan musik nitendo untuk Video games ”Super Smash Brothers Brawl” yang dirilis 10 Februari 2008. Karya komposisi musik yang sudah dibuatnya lebih dari seratus buah. Tiga diantarannya dipakai untuk tema lagu permainan ”Final Fantasy VII”, sebuah permaianan buatan jepang yang sangat terkenal dikalangan pencinta Games komputer di dunia. Termasuk Indonesia.

Pada 2003, Rama meciptakan dan mendirikan www.ramaditya.com situs yang dia ciptakan dan desain sendiri, Bagaimana dia bisa bekerja di Laptop yang selalu dibawa kemanapun dia pergi? Bagaimana pula Rama mengerti perintah komputer yang jumlahnya tak terhitung itu ?

”Saya meninggalkan huruf Braille sejak sepuluh tahun lalu saat teknologi pembaca layar ( Screen reader ) hadir, bagi saya ini sebuah Revolusi, sampai sekarang praktis saya tidak menggunakan Braile lagi. Saya bisa membaca buku atau menulis di komputer seperti mereka yang berpenglihatan normal” kata Rama yang baru tahu kalau dirinya tuna netra pada umur tujuh tahun.

Meski saya seorang tuna netra, bagiku perjalanan ke mana-mana bukanlah hal yang sulit, aku bisa sendirian mondar-mandir keliling kota, berjalan kaki, menyeberang jalan, naik-turun angkutan kota dan bus, bahkan hingga yang berada diluar jawa seperti Palembang dan pontianak. dan belakangan termasuk keluar negeri seperti Tokyo ( jepang ) dan Bangkok ( Thailand). Selain iu, aku juga senang mendaki gunung.

Nah, Rekan-rekan dikomunitas Sangray, saya hanya ingin sharing dan coba menggambarkan karakterisktik seorang Rama, kebetulan saya telah berjumpa, sudah melihat langsung bagaimana seorang Ramaditya mengetik dan mengoperasikan Laptopnya dan tahu persis bagaimana Rama merespon seluruh pertanyaan dari yang hadir dipertemuan itu, pertanyaan yang sifatnya pribadi maupun Non Pribadi, dari yang religius hingga pertanyaan soal kisah cinta. Beliau jawab dengan sangat terbuka sekali, Rama adalah seorang yang suka ngobrol dan sangat berbagi sekali tentang apa saja, Seorang Pemuda sederhana yang suka sekali dengan traveling, Dia tidak begitu ngotot dengan apa yang orang bilang tentang kesuksesnya, dia lebih memilih hidup ini dengan menjalani sesuai dengan kemampuannya. Dia akan merasa lebih bangga kalau bisa melakukan apa yang dia mau ketimbang meraih kesusksesan dengan membuang harga diri. Keyakinannya yang dia sebutkan dipertemuan itu dan tetap dipercayai sampai saat ini adalah tentang firman ALLah yang mengatakan bahwa”Allah tidak akan menguji manusia diluar kesanggupannya” dan ”Seseorang tidak akan berubah kecuali dia mau dan berusaha merubah keadaannya”. Ungkapan-ungkapan inilah dan karakterisitik seorang seperti Rama yang membuat saya sangat terenyuh, rasanya disetiap puncak permasalahan dari diri manusia, manusia selalu yakin bahwa orang selalu punya daya untuk bertahan dan selalu punya kreativitas yang pada akhirnya bisa mendapatkan jalan keluar. Bagaimana Allah menunjukan kepada kita semua, tentang kehebatan manusia dan kemurahan Allah pada setiap diri manusia, Sebuah pembelajaran dari seorang Ramaditya, tentang Allah dan makluk ciptaanya, mudah-mudahan kita bisa belajar dan bisa mengendalikan rasa egomanusia yang mudah lupa kepada penciptannya, agar dengan itu kita tahu persis bahwa kita tidak hanya mengejar yang enak tapi juga yang baik, insya Allah kita tidak akan dihancurkan oleh diri kita sendiri.

Hari itu, rasanya saya sangat beruntung sekali, selain bertemu langsung dengan Rama sekaligus saya juga mendapatkan buku karangan Beliau yang langsung ditandatangani dihadapan saya, Bagi Rekan komunitas Sangray yang ingin lebih tahu dan lebih dalam lagi mengenai Rama, bagaimana Rama bisa melakukan itu semua , bagaimana kisah kecilnya , perjuangannya dan bahkan kisah cintanya , dituliskan oleh Rama dalam bukunya yang pertama : Blind Power ? Berdamai dengan Kegelapan . Buku ini sangat inspiratif sekali.

Lihat komentar salah satu Pimpinan Redaksi Mobile Magazine ( Bpk Eko Kuntadi ) :”?Rama seolah ingin meledek kita : dengan kondisi fisik relative lengkap , sudah berapa banyak karya yang telah kita hasilkan ?? Buku ini menambah perasaan malu saya sekaligus menjadi motivasi untuk tidak pernah menyerah pada keadaan ...”

” Rama punya talenta yang diasah dan dia berkarakter happy yang pastinya menginspirasi banyak orang. Pokoknya buat kita yang berpenglihatan normal, yang masih sering mengeluh, malu deh, kalau lihat Rama yang sukses. Oke Rama, teruslah berjuang dalam gelap dan tebarkan semangat” pesan dari Dr. Aisyah Dahlan. Kaunit nArkoba RS Bhayangkara.

Dan akhirnya, inilah yang saya bisa sharing, sebuah kata terakhir yang saya tangkap dari pesannya Rama sebelum meninggalkan ruang pertemuan : BLA........BLA.......BLA ( Believe, Learning and action ).#msntro#

Selasa, 30 September 2008

SELAMAT HARI RAYA IDHUL FITRI 1429 H

Setelah bulan Ramadhan berlalu, esok lusa pada hari Rabu tanggal 1 Oktober 2008 kita akan menyambut suasana Idul Fitri 1429 H, kalimat Id dalam bahasa Arab maksudnya adalah perayaan, sedangkan Fitri bermakna berbuka atau makan minum. Maksudnya, adalah pada hari Raya yakni tanggal 1 Syawal umat islam dipersilahkan untuk berbuka dan haram berpuasa. Lebih jauh lagi adalah IDUL Fitri bermakna hari kemenangan bagi umat islam yang telah berjaya menundukkan hawa nafsu ammarah sepanjang bulan Ramadhan. Selama sebulan penuh seluruh amalan-amalan yang telah mereka lakukan seperti tadarus Al Quran, Qiyamullail, Zikrullah,berdoa dan bersedekah, telah meleburkan dan membersihkan segala dosa sehingga keadaan diri mereka seolah-olah kembali seperti bayi yang baru dilahirkan, mereka bersih dari dosa dan mereka sudah sepatutnya benar-benar menjadi orang yang Takwa. Sebagaimana dalam firman Allah Swt “ Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas umat terdahulu sebelum kamu agar kamu senantiasa menjadi orang yang bertakwa.”.

Kami berharap, Hari Raya Idul Fitri kali ini akan serentak dan kompak dalam perayaannya nanti, tak ada yang merayakannya pada hari sebelumnya ( Selasa, tanggal 30 September 2008 ) , kalaupun harus ada yang berbeda , mudah-mudah Allah akan menerima keduannya. Di Komunitas Sangray , lebaran tahun ini sepertinya akan menjadi Semarak, Semarak dalam arti 60 persen warga Sangray sebagian telah Mudik ke kampung halamannya. Kerinduan dengan kampung halaman serta kerinduannya bersilahturahmi dengan Orang tua, Saudara, Rekan-rekan sejawat . handai taulan, telah membuat Mudik begitu sangat diminati, walaupun perjalanan mudik itu sendiri ditempuh dengan susah payah. Perjalannan yang mungkin ditempuh diluar batas normal perjalanan, kondisi perjalanan yang macet, Cape sehingga waktu tempuh bisa menjadi kian panjang. Namun sisi positif yang perlu kita semangati adalah semangat silahturahmi dengan sanak Saudara dihari Lebaran, budaya silahturhmi ini perlu ditumbuhsuburkan kedalam hal-hal yang postif.

Kami segenap pengurus di Komunitas Sangray menyampaikan “ Selamat hari Raya Idhul Fitri 1 syawal 1429 H/ 2008 M. Mohon maaf Lahir dan Bathin, Taqabbalallahu Minna wa Minkum Taqabbalallahu ya Karim..!!!.

Wasalamualaikum Wr.Wb

Selasa, 16 September 2008

BERBURU Kue Lebaran Or Mo Bikin sendiri?

Sudah hampir lima belas hari kita menunauikan ibadah puasa, menjalankan sholat taraweh , tadarus, mendengarkan ceramah ramadhan serta kegiatan ibadah lainnya dan mudah-mudahan Ramadahan kali ini kita bisa memetik pengalaman spiritual yang paling indah, agar puasa kita penuh makna, dan tidak sekedar berpuasa tapi tidak mendapat nilai dari puasa itu sendiri kecuali hanya rasa lapar dan haus. Mendekati hari raya idul fitri nanti, saat ini sudah terasa orang sudah mempersiapkan segala sesuatunya dalam rangka meraih kemenangan yakni kembali ke Fitri, sebagian orang beridul fitri cukup dengan saling kunjung-mengunjungi antar sanak saudara,family, memenuhi pasar, makan minum bersama, sambil kita bergembira dihari raya esok. Dikesempatan ini kami hanya ingin menunjukan sebuah tempat yang bisa menjadi alternative utuk memenuhi para ibu membuat kue seklaigus menikamati sendiri hasil kue yang dibuatnya, maklum memperat silahturahmi dengan salah satu komunitas sangray adalah bagian dari membagi rezeki serta saling memberi informasi yang bermanfaat sepanjang itu perbuatan halal, insya allah. Memberi berkah.

Bagi Ibu-ibu yang suka menikmati rasa Kue, mulai dari Roti, Cake atau jajanan lainnya , sudah tentu sangat menyenangkan seandainya para ibu tahu bagaiman cara membuat kue , namun bagi sebagian para ibu ada yang tidak tahu atau sebagian tidak mau tahu, dan dari sebagian lainnya hanya tahu bahwa Kue itu Eeeenak, tapi apa yang menjadi bahan pembuat kue, apa saja peralatan yang digunakan, hampir tidak peduli, yang penting sepanjang bisa dibeli maka itu sudah memuaskan hobi makan kue, seperti aneka kue diatas ( foto).

Namun tidak semua orang berpikiran seperti itu, banyak juga dari para ibu yang berupaya untuk lebih tahu bagaimana cara membuat kue dan yang semacamnya, walaupun dengan cara yang belum mahir banget. Untuk resep serta tips tentunya para ibu lebih banyak alternatif dan gampang mendapatkannya, tinggal pilih berbagai najalah atau via ineternetpun punya seribu jawabannya.. Tapi jika ibu-ibu perlu tempat untuk mendapatkan apa yang tertulis di resep itu, baik untuk bahan pembuat kue maupun peralatan yang digunakan ? kami bisa menunjukannya.

Bagi para Ibu dan remaja putri yang tinggal di Daerah Bekasi khususnya diwilayah seputar Tambun, perumahan legenda, mutiara gading, graha harapan, bekasi timur regency, grand wisata dan punya minat menyalurkan hasrat untuk membuat kue, roti cake dan jajanan lainnya. Ada tempat alternative yang menyediakann berbagai peralatan dan bahan-bahan pembuat kue dengan harga yang terjangkau yaitu Toko bahan kue (TBK), Kue dan Plastik “TIGA SAUDARA “, sebuah toko yang coba ikut meramaikan kegiatan pasar di Market Place Grand wisata Tambun, yang baru disoftlaunching tanggal 24 Agustus 2008, silahkan kunjungi pasar tersebut di kawasan Market Place PK5/30 yang buka hingga pukul 19:oo malam, untuk pemesan dapat menghubungi No. 021-32916503/ Ibu lilih. Disini para Ibu dan remaja putri bisa menjumpai berbagai bahan semisal tepung, Margarin, mentega, kismis coklat tabur,coklat kue, coklat blok, Keju, aneka selai dan berbagai bahan pengembang dan pelembut kue spesifik lainnya .

Bagi Para Bapak yang punya istri pingin jago buat berbagai jenis kue, tidak ada salahnya kalau dalam kesempatan ini mampir dan berbelanja disana, siapa tahu di hari raya lebaran nanti, bisa berbagi rasa dan menikmati aneka kue dari hasil karya keluarga sendiri, hitung-hiung persiapan bagi para Ibu dan remaja putri yang ingin buka usaha Bakery dan Cake. (#msntro)

Senin, 01 September 2008

MARHABN YA RAMADHAN





Tidak terasa bahwa kita telah sampai pada awal bulan Ramadhan 1429 H, Insya Allah pada hari Senin tanggal 1 September 2008 umat islam di Indonesia akan mulai menjalankan Ibadah puasa. Bulan ramadhan adalah bulan yang senantiasa kita nanti-nantikan kehadirannya., bulan yang sering kita anggap sebagai bulan pelatihan, yang mungkin bagi kita sendiri juga sering kali tidak paham benar dan tahu persis “berlatih “ untuk apa ?
Ketekunan kita beribadah selama bulan Ramdhan, seringkali tidak pernah berbekas “apa-apa”pada bulan-bulan yang lainnya, APakah kita akan perlakukan kembali Ramadhan kali ini sama seperti Ramadhan-ramadhan yang lalu? Sementara kita tidak pernah tahu berapa banyak Ramadhan lagi kesempatan yang akan diberikanNYa kepada kita ?

BUlan Ramdhan adalah waktu yang tepat untuk berkumpulnya anggota keluarga, banyak waktu luang yang mungkin tak bisa dijumpai pada bulan-bulan lainnya, utamanya disaat-saat menjelang buka dan setelah solat taraweh. Selain itu, Ramadhan juga adalah saat yang tepat bagi kita sebagai orang tua untuk memperbarui hubungan kasih sayang dengan anak-anak dan putra-putri kita. Maka jangan sampai kita menyia-yiakan kesempatan ini, Bawalah anak-anak kita ke majelis-majelis pangajian, supaya iman dalam hati anak kita semakin tumbuh, ingatkan anak-anak kita akan Allah, luangkan waktu kita sesaat untuk memberikan pengajaran al Qur’an, sehingga mereka akan selalu terpecik dengan Ibroh hasannah, sebuah pelajaran yang senantiasa memberikan nilai yang positif, ingatkan juga anak-anak kita tentang keutamaan bulan Ramdahan, juga tentang kewajiban setiap muslim untuk menyedekahkan sebagian hartanya walau sedikit.

Beberapa hal yang perlu kita siapkan didalam memasuki bulan ramdhan dan saat ramadhan tiba;


1. Berdoa kepada Alah agar kita dapat beremu kembali dengan bulan Ramdhan, serta memohon kepadaNya supaya memberikan kekuatan untuk melaksanakan Shaum, Qiyamulail, Amal saleh lainnya didalam bulan ramadhan.
2. Membersihkan jiwa dan hati, bertaubat dengan sebenar-benarnnya dari dosa dan perbuatan maksiat.. jangan sampai mengotori bulan ramadhan dan puasa dengan berbagai kemaksiatan dan dosa.
3. Mempersipakan diri dengan banyak beramal saleh, karena hanya mereka yang memiliki ketangguhan iman, keuletan dan semangat tinggi yang mampu menuai pahala sebanyak-bnyaknya.
4. Berusaha untuk memahami hukum-hukum berkaitan dengan Puasa, sebagaimna petunjuk Nabi tentang syarat-syarat puasa, syarat syhanya, larangan-larangan, serta sunah-sunah dan yang dibolehkan dalam puasa.
5. Persiapkan acara-acara atau kegiatan dalam mengisi bulan ramadhan, diantarannya baca Qur’an, mempelajari dan menghapal qur’an, acara buka puasa bersama, Itikaf, Sadaqah, Dzikir dan penyucian jiwa serta amal-amal saleh yang lain secara umum.

Pada kesempatan ini, Kami mengucapkan SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA bagi umat Muslim dimanapun berada, semoga Puasa kita senantiasa hanya untuk Allah semata. Dan kepada seluruh warga Sangray agar pada malam ini dan sampai akhir ramadhan nanti dapat menyemaraki ibadah taraweh dan lainmnya di Masjid kita yang tercinta ini, Masjid jami Abudzar Al Giffari at taqwa. Yang sudah selesai direnov. Dan kami mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas kekeliruan dan kesalahan-kesalahan kami diwaktu lalu. (#mstro#)

Kamis, 14 Agustus 2008

MENGETUK SEMANGAT KEMERDEKAAN

Untuk pertama kalinya, Panitia peringatan HUT RI-63 komunitas Sangray melahap habis seluruh jalan antara “ Thamrin – Sudirman” dengan pagelaran Parade Ngamen Jalanan. Dengan berbagai nyanyian anak bangsa berformat Lagu-lagu perjuangan kemerdekaan Indonesia terus menggeber semangat perjuangan menuju sejumlah titik-titik indah dipemukiman Sangray di hari sabtu pagi tanggal 9 Agustus 2008.

Tante Vivin sebagai Koordinator pageleran Nyanyian perjuangan menyatakan pagelaran itu benar-benar hebat, sebuah pagelaran yang coba menggandeng anak-anak remaja tingkatan SD dan SMP ini, punya semangat yang luar biasa. Butuh perjuangan tersendiri untuk bisa mengajak adik-adik remaja ini bernyanyi sepanjang pemukimanan , door to door mereka lakukan, sambil menikmati suasana kegembiraan yang mereka hadirkan untuk warga dilingkungan maupun kegembiraan bagi diri mereka sendiri. Ditemani seperangkat alat-alat musik seperti Gitar, Marakas, Tifa, Harmonika, Sner, Tambur, gendang, Perkusi serta atribut merah putih terpasang dikepala meraka, sebuah tanda hari peringatan kebangsaan Indonesia telah lebih awal hadir sebelum tanggal 17 Agustus . “ Hampir seluruh rumah yang kami lewati penuh kesan” kata Devi, siswi kelas 3 smp yang ikut dalam nyanyian perjuangan tersebut.

Namun begitu, kesan yang sesungguhnya indah itu, kata wanita yang akrab dipanggil tante Vivin ini adalah saat mereka menemukan Pria yang masa mudanya ikut berkecimpung langsung dalam kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia sesungguhnya. Maklum selama ini, beberapa orang tua dilingkungan tempat tinggal kami, tidak pernah menunjukan semangat Kemerdekaan yang ditunjukan oleh Pria ini, dengan spontanitas yang tinggi Bapak satu ini, dengan lantang ikut menyanyikan lagu-lagu seperti yang kami nyanyikan, sebut saja nyanyian perjuangan “ 17 Agustus 45 “, Bangun Pemuda-pemudi, Halo-halo Bandung, Maju tak Gentar.

Yang tak kalah hebatnya, Bapak satu ini ikut menggerakan seluruh semangatnya lewat gerakan-gerakan tangan bagaikan Dirijen pada sebuah konser pertunjukan kolosal. Prilaku dan semangat ini bagaikan anak panah kerinduan ke masa silam maupun kemasa depan nantinya. Kerinduan sebagai bangsa yang telah mengikatkan hati dan jantungnya hidup mati untuk memperoleh sebuah kemerdekaan , kesejahteraan dan kemakmuran yang tinggi serta kemuliaan .

Orang-orang yang kini sedang memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-63 ini, termasuk Bapak yang tadi itu, secara diam-diam mungkin sedang berupaya untuk mencari sesuatu yang dulu pernah mereka rasakan, yang mereka pernah alami, yang mereka rindukan, yang mereka kangeni sebagai sebuah bangsa, sebagai rakyat , sebagai orang desa, sebagai Wong Cilik, sebab dalam kenyataan hidup mereka sehari-hari kini, hanya sedikit yang bisa mereka peroleh sebagai bangsa yang telah berusia 63 tahun, selebihnya kenyataan jauh dari apa yang mereka rindukan. Betapa kita merindukan seorang Pemimpin yang tidak hanya berkuasa tapi juga punya kelebihan terhadap cinta kasih bagi rakyat, dan punya keadilan yang tinggi.

Secara keseluruhan, suka duka dan kegembiraan yang mereka lalui bersama dalam pagelaran, ini menjadi modal dan mempertebal rasa persaudaraan dan kerukunan diantara mereka, sekaligus juga ikut menjaring rekan-rekan mereka yang belum dapat sepenuhnya bergabung pada parade Ngamen perjuangan. Lebih jauh lagi pengalaman dan kegembiraan itu akan mereka deklarasikan pada sebuah kata-kata yang “Allways On” tetap dapat menyemangati perjalanan mereka kelak dalam berbangsa, bernegara dan bersosial.

Karena itu, setelah pagelaran ini, sejumlah acara akan digelar kembali untuk tetap menumbuhkan kreatifitas dan semangat mengisi kemerdekaan ini, Pada Malam Puncak HUT RI ke-63 pada tanggal 17 Agustus 2008. MErdeKa. (#msntro#).


Selasa, 12 Agustus 2008

PS. SANGRAY, Tak Sekedar menjaga sehat

Beragamnya acara tayangan sports khususnya event-event seperti Piala Eropa, Liga Italia, Liga Inggris , Piala Asia serta Piala Dunia dsbnya dilayar Televisi, rupanya ini sangat berpengaruh pada wawasan berpikir anak-anak remaja maupun Bapak-bapak dalam hal pengetahuan Olah Raga . Acara yang bernuansa Sepak bola terbukti sangat disukai dan digemari para remaja , mereka sangat akrab dan kenal benar dengan nama-nama seperti David becham, Tiery, Rooney, Gerard, Ronaldo, Ronaldino , bahkan nama-nam besar di persatuan Clubnyapun hampir mereka ucapkan saban hari dikumpulan mereka seperti MU, Ac Milan, Liverpool, Ayax dsbnya, seakan mereka haus akan berita-berita yang menyangkut informasi tentang raja maupun Bintang kesayangan mereka.

Salah satu pengaruh yang memberi semangat mereka untuk ikut bermain sepak bola di lapangan terbuka, khususnya bagi anak-anak Remaja di Komunitas Sangray adalah dekatnya lapangan Sepakbola yang mereka dapat gunakan selain lapangannya punya standar nasional, rumputnyapun terasa nyaman untuk dapat berlari. Bertepatan dengan peringatan hari Ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-63 digagaslah wadah untuk memberi ruang bagi adik-adik remaja tersebut agar punya disiplin waktu serta teknik bermain Sepakbola yang baik, maka dibentuklah Persatuan sepakbola SANGRAY, yang saat ini sudah membentuk team dengan klasifikasi Team A yakni anak usia antara umur 7-10 tahun ( Seklah dasar ), Team B dengan tingkatan usia antara 12 taun hingga 17 tahun. TEAM yang dipandu oleh Pak PARDI , orang yang sudah punya pengalaman dan malang melintang di dunia sepakbola, Sejak Remaja hingga sampai punya cucupun masih punya semangat untuk membangun serta memberi ilmunya kepada adik-adik di lingkungan Komunitas Sangray, kesan seorang pemain sepakbola tulen tergambar pada fisik dan penampilan dirinya dengan masa remajanya yang punya rambut Gondrong seperti Mario kempes, seorang legenda sepakbola yang membawa nama Argentina menjadi Juara Piala Eropa, dan team yang sangat ditakuti oleh team dari Eropa, selain Brazil tentunya, yang sudah top dengan PELEnya. Selain Pak Pardi , Team pendukung sepakbola Sangray ini juga dibantu oleh Pak Dayat, Rekan muda yang punya kepedulian Sepakbola sangat tinggi juga untuk perkembangan adik-adik remaja, serta Pak Endang yang punya Hobi bermain sepakbola. Beberapa kali “latihan” yang sudah berjalan ini, memberi bukti bahwa Sepakbola bisa memberi motivasi disiplin, sportif, kerjasama, penguasaan teknik bermain, ketahanan fisik serta tentunya kesehatan yang prima.

Dulu! Ketika adik-adik kita ini bermain bola, hanya sekedar bermain saja, tanpa punya teknik menendang yang baik, lebih mementingkan gaya dan ego bermain saja, namun sekarang , mereka sudah paham bagaimana caranya untuk dapat bermain bola yang aman, (Pemanasan /warming up dulu ), bagaimana agar bola yang ditendang tidak melambung keatas atau bagaimana menginginkan bola agar dapat ditendang melambung, mendrible bola, mengecoh lawan, memberi bola ke Rekannya serta menyundul bola dengan tepat pada kepala dan posisi bola tepat kesasaran. Inilah semangat yang ditunjukan oleh Adik-adik Remaja, semangat kebangsaan, semangat Olahragawan, semangat mencari ilmu sepakbola. Semangat disiplin waktu. Berlatih tiap minggu Dilapangan “Bang SOMAD” Bekasi mulai jam 6 pagi hingga jam 8 pagi, dengan prosentase 50 latihan Fisik, 30% teknik bermain sepakbola, 20 % enjoyable/fun.

BRAVO Persatuan Sepakbola Sangray!. Ayo tunjukan kepada Dunia, bahwa kalian juga termasuk generasi muda bangsa yang peduli dengan nama besar Indonesia, berikan yang terbaik bagi persepakbolaan Indonesia, lanjutkan dan ukir nama-nama kalian seperti generasi sebelumnya , sebut saja Roni Patinasarani, Iswadi Idris, Nobon, Anjasmara, Abdul kadir, Bambang Nurdiansyah, Risdiyanto, Yudo hadiyanto, atau orang-orang bola masa kini seperti Bambang Pamungkas dan Elly Eboy. Capai cita-citamu setinggi legendaris Dunia sepakbola “Pele”, Johan Cruef, Ged Muller, Mario Kempes, MARADONA dsbnya. Kami dukung untukmu adik-adik remaja, Kalian pasti Bisa, Ajak teman-temanmu untuk berlatih bola dengan Fun dan Enjoy, Selamat Berlatih untuk semua Team, Adik Ajai, Fatan-Faras, Dio, Dito, Bagus, Bayu, Desvri, Windra, Raka, Deri, Angga, Dimas, Bagus, Willy, Chandra, Louis, dan lain-lainnya yang tak bisa bisa disebut satu persatu disini. Salam Sepakbola. ( mstr ).

Selasa, 15 Juli 2008

Gebyar lomba Isro Miraj Abudzar 2008

Sesudah kita bergembira dan berbahagia atas suksesnya penyelenggaraan Gebyar Isro Miraj 1429 H/2008 M, sesungguhnya betapa ini semua karena Allah telah menganugerahkan rezeki yang baik dan kesempatan yang luar biasa kepada kita semua, sebuah perlombaan yang khusus dihadirkan bagi peserta anak-anak berusia antara 6 hingga 12 tahun, dengan aneka lomba yang bernuansa Islam dari lomba baca Do’a, lomba Adzan, lomba baca Al Qur’an hingga partisispasi Ibu-ibu dalam pentas Qosidah. Perlombaan yang baru pertama kali diselenggarakan DKM masjid Abudzar Al Giffari at Taqwa ini terbilang sukses dari jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 85 orang, inilah sebuah binar-binar acara gebyar Isro Mir’aj yang coba digagas DKM Mesjid dengan tujuan syiar Islam bagi pemahaman dan perkembangan ukhrawi anak-anak yang nota bene merupakan generasi penerus islam dimasa depan.

Perlombaan seperti ini tentunya tidak bisa kita hitung betapa tinggi nilainya, ia sangat berarti sebagai investasi jiwa sekaligus bermakna langsung bagi kehidupan kita semua, bagi perkembangan jiwa adik-adik, bagi anak-anak kita, bagi pertumbuhan jamaah masjid, bagi orang tua dan bagi semua segi yang lain yang secara langsung maupun tak langsung bisa memperkaya wawasan berfikir kita. Semua pemahaman ini akan lebih sempurna lagi jika dibarengi dengan keikhlasan hati, keteladan orang tua, tidak sombong, tidak pamer, sikap tawadu dan tidak takabur. “Biarkanlah tangan kananmu berbuat baik, tapi jaga jangan sampai tangan kirimu tahu “ sebuah ajaran moral yang pernah disampaikan nabi Muhammad kepada Umat islam.

Dengarlah! Saat awal acara ini dibuka minggu 6 Juli 2008, Sambutan ketua Panitia Pak Nursigit Purwanto benar-benar mengedepankan Ukhuwah Islamiyah untuk kepentingan acara ini, Ketua DKM yang diwakili oleh Pak Prayitno lebih menekankan kepada Adik-adik untuk semangat menggali Ilmu Agama, jika anda saksikan sendiri, semua yang terlibat dalam kepanitiaan ini khususnya untuk Dewan Juri baik untuk lomba Adzan, Lomb baca Al Qur’an, dan lomba membaca Do’a serta lomba seni Qosidah adalah orang-orang yang memang relevan untuk itu, sebut saja Ustadz Supardi, Ustadz Supandi, Bapak H. Sokib, Pak Ustadz Tahuri S,pdi serta ketua acara perlombaan Ibu Hj. Jusmiati Sridjono.

Bagi penonton yang hadir saat itu, barangkali tidak pernah menyangka bahwa ada peserta dari adik-adik tersebut yang saat maju kedepan lomba masih berbalut kain sarung karena baru saja di Khitan, atau ada adik-adik yang sepanjang lomba didepan sebagian wajahnya seperti malu jika ditonton oleh orang banyak, walau mungkin penontonnya adalah rekannya sendiri, sehingga terlihat seperti orang yang menunduk, bahkan ada dari peserta lomba Qosidah yang dibawakan oleh Ibu-ibu, masih juga terlihat kalau Rekannya salah menabuh alat instrumennya, secara otomatis peserta yang lain mencoba untuk melihat kepada rekannya yang salah menabuh, hal ini bisa mengganggu kekompakan team dan sangat bisa mengurangi angka penilaian Juri tentunya. Namun secara umum penyelenggaraan lomba tersebut sudah memberikan rasa optimis kepada seluruh jamaah Masjid Abudzar Al Giffari At Taqwa bahwa kedepan penyelenggaraan lomba berikutnya sudah bisa membuktikan kepada umum dengan menaburkan cahaya dan binar-binar nuansa islami dilingkungan Blok 8 serta di Rw18 Aren jaya, Bekasi.

Itulah sebuah gambaran Gebyar Isro Miraj, yang masih kita tunggu puncaknya pada tanggal 20 Juli 2008 malam, dan saya yakin bahwa kita semua, Bapak Ibu, Remaja putri/putra, adik kecil akan sama-sama melakukan sujud syukur bagi perkembangan Islam yang kita yakini kebenarannya. Untuk itu mari kita sama-sama tunggu dan sambut kehadiran juru Dakwah dan sekaligus Juri PILDACIL, Bapak Ustadz Syahrul Syah dari TPI. Terima kasih untuk Rekan-rekan panitia yang telah mendukung dan mensukseskan lancarnya Acara lomba tersebut . ( #msnetro #)

Selamat untuk para Pemenang Lomba:

Lomba Adzan Putra I ; Ananda Septian Sitompul (Rt.05), juara II : Akhsan (RT.04), juara III: Seto (Rt.06), Juara Harapan I: Reza Alvianto (Rt.09) , Juara Harapan II: Febby (Rt.04 ).

Lomba Baca Al Qur’an Putra , Juara I : M.Iqbal Pratama (Rt.05 ), Juara II : Dio ( Rt.08), Juara III : Rinasto Reditaris (Rt.09), Juara Harapan I : Adera Sembodo T (Rt.09), Juara Harapan II : Anggi (Rt.06).

Lomba Baca Al Qur’an Putri ‘ Juara I : Fauziah siti Ramadhani (RT.07), Juara II: Vina Septiawan Rt.09), Juara III : Desi Liana Sari (Rt.05), Juara Harapan I : Sanela Islamiyati(Rt.09), Juara Harapan II : Novita Andriani (Rt.09 ).

Lomba Baca Do’a Putra ‘, Juara I : M. Wildan Farih (Rt.09), Juara II : Rama (Rt.06), Jaura III : Yusuf Santoso(Rt.09), Juara Harapan I : Ridwan Maulana Yusuf (Rt.07 ), Juara Harapan II : Alfi Mauditya (Rt.07 ).

Lomba Baca Do’a Putri , Juara I : Hanifah Maulani (RT.09), Juara II :Hunaiva Kintan Dahlan (Rt.05), Juara III : Rani Suwarni (Rt.05), Juara Harapan I : Nabila Ayu Azmi (RT.05), Juara Harapan II : Dinda ( Rt.05).

Lomba Rebana /Qosidah Kaum Ibu , Juara I : Team Rebana Al Barkah ( RT.06), Juara II : Team Rebana Imroatussolehah ( RT.05 ), Juara III : Team Rebana Nurul Jannah ( RT.09 ), Juara IV : Tema Rebana Nurul Kamal ( Rt.08 ).

Selasa, 01 Juli 2008

NONTON BARENG PIALA EROPA 08 (Sebuah catatan melepas bakti ketua lama )

Sudah lama rasanya tak mendengar lagu Indonesia Raya di dinyanyikan secara khidmat, khususnya oleh Komunitas Sangray, tepatnya di hari Minggu, tanggal 29 Juni 2008 malam. Inilah sebuah pembuka yang disusun secara baik oleh Tim Panitia, guna membuka cakrawala bahwa sesungguhnya di komunitas Sangray punya potensi untuk selalu kompak, Rukun, punya nilai kebersamaan sekaligus punya keberanian dan peduli terhadap kemajuan bersama.

Rasanya tak ada kata yang pas untuk menggambarkan suasana malam itu, Semboyan “Indonesia Bisa” telah hadir di Komunitas Sangray dengan wujud yang lain. Pernak-pernik acara di pemilihan Ketua Rt. Kosong delapan, hadir dengan ragamnya, mulai dari layer lebar yang disetting sesuai selera, Sound system sederhana, pemutar CD/DVD yang mampu bercerita banyak tentang tingkah laku warga RT, sebuah infocus melenkapi mewahnya pemilihan ketua serta dokomentasi yang sempurna mulai dari kamera Digital, Kamera Hp, hingga handycam sampai kameramen dan kamerawati dadakan. Dan yang paling glamour adalah beraneka macamnya door prize dengan jumlah hadiah yang sangat luar biasa plus Grandprize Hp langsung Kring.

Entah Karena ini momentnya pas atau ini merupakan fenomena baru di Ke-rt-an kosong delapan atau ada sebuah wawasan pandangan yang diperkaya dengan gaya bicara Pak Ketua RW Bpk Hartiyo, punya wibawa, tegas dan sudah familiar di ke-rt-an kosng delapan. Yang pasti seluruh undangan yang datang baik dari Rt. 01 sampai dengan Rt.09 punya andil memberi dukungan atas suksesnya pemilihan tersebut.

Namun kami juga sadar akan ketokohan ketua Rt 08 periode 2005-2008, Pak Hanung sangat lentur dan punya daya tahan sebagai ketua Rt diantara ketua Rt lainnya diwilayah RW.18. misalnya ketika Beliau harus berhadapan dengan sebuah pertanyaan yang sangat memojokan beliau, baik tentang BLT, pembagian konversi kompor Gas serta termasuk juga tekanan-tekanan yang secara emosional tidak punya toleran terhadap hasil kerja beliau, lain waktu mendukung, disisi lain menginjak-injak karakter beliau. Namun pengalaman Beliau dipengurusan Rt sebelumnnya, menjadikan suasana saat itu benar-benar menjadikan beliau selalu lebih”bintang” dari siapapun, apalagi warga RT.08 mendukung sepenuhnya kepengurusan beliau. Untuk itu dengan sendirinya, beliau yang menempati “posisi” paling teladan diacara malam itu,.

Kini Pak Hanung sudah harus melepas jabatannya sebagai ketua Rt.08, banyak kalangan terutama warga Rt.08, sangat menyayanginya, karena disaat akhir kepengurusan Beliau ini, suasana kondusif dan kebersamaan warga sudah mulai terbentuk dan terasa manfaatnya. Dipengurusan Beliau yang terakhir ini, dan ketika harus flashback atas biografi beliau, mau tak mau kami harus melihatnya kembali sejak dari halaman-halaman awal kepengurusannya. Banyak hasil kerja yang sudah digoreskan dan terukir sangat baik pada komunitas Sangray saat ini.

Ada banyak hal yang sangat mendesak untuk diselesaikan, problem-problem warga didekat rumah juga jangan dilupakan, serta berbagai konflik juga tak boleh diratapi terlalu lama, inilah sebuah kerja yang harus diusung oleh kepengurusan RT yang baru terpilih. Periode tahun 2008-2011. Terima kasih kepada Pak Hanung & keluarga untuk baktinya kepada kepengurusan Rt 08/18 periode 2005-2008, juga teruntuk sekretaris yang mendampinginya Ibu Daryati Nursigit, juga Kepada Pak Koswara sebagai Bendahara. Terima kasih pula buat Tim Panitia yang menggelar acara sangat baik serta seluruh warga Rt delapan atas dukungan dan kehadirannya. Salam kompak selalu, Hidup Sangihe ! Is The best.

Kamis, 19 Juni 2008

Musim Pendaftaran Sekolah

Diantara bulan-bulan Juni sampai dengan Juli disetiap tahun, tentunya kesibukan orang tua khususnya yang mempunyai putra berusia 4 – 6 tahun, akan sibuk memasukkan anaknya ke taman kanak-kanak. Untuk itu sebaiknnya para orang tua sudah punya suatu daftar yang memuat sejumlah kriteria taman bermain atau TK yang baik. Untuk mendapatkan kriteria ini memang tidak mudah, karena kriteria baik dan buruk itu sifatnya sangat relative, sekalipun begitu tentunya ada beberapa persyaratan yang bisa dijadikan patokan dalam memilih taman bermain atau TK yang baik.

* Sarana Fisik
Sarana fisik adalah salah satu aspek yang penting yang bisa anda nilai, karena ini akan menyangkut masalah bangunannya , apakah sudah cukup kokoh, dalam arti memenuhi syarat standar bangunan yang layak, apakah sirkulasi udaranya baik, dan apakah kebersihan lingkungannya cukup terjaga ? hal ini yang penting untuk anda pertimbangkan.

* Alat permaianan
Perangkat atau alat-alat permaianan yang bermanfaat dalam membantu perkembangan anak. Lewat sarana ini anak bisa belajar banyak tentang konsep dalam kehidupan, misalnya konsep tentang bentuk, warna, dimensi serta jarak. Seyogiannya jumlah alat yang tersedia menjadi pertimbangan bagi anda untuk memasukan ke TK dimaksud.

* Setting kelas.
Kelas yang mengacu pada Teacher center, yakni dimana guru berdiri didepan dan anak duduk berderet-deret dihadapannya, merupakan setting kelas yang sangat kaku. Anak tidak leluasa bergerak, padahal bergerak adalah ciri dari kebutuhan anak-anak prasekolah. Adanya ruangan yang memungkinkan keleluasaan gerak adalah ciri kelas yang sehat bagi anak-anak seusia ini.

* Guru.
Dalam proses belajar mengajar ditingkat TK, yang utama adalah Guru harus aktif terlibat langsung, bukan hanya sekedar guru mengajar, kemudian anak belajar., melainkan harus juga ada unsur bermain yang terencana, tidak hanya sekedar bermain bebas , tetapi harus terencana.. dimana melalaui bermain , anak dapat belajar sesuatu. Dalam hal ini guru hanya bertindak sebagai fasilitator atau pengarah, karena itu guru yang aktif, kreatif yang bersedia berlari, berjongkok dan berguling bersama anak-anak merupakan salah satunya.
Salah satu syarat lain adalah adanya potensi untuk menjadi teladan bagi anak-anak. Bukannkah kita tidak bisa mengajarkan apa yang bukan menjadi milik kita ? bagaimana mungkin guru bisa mengajar tentang kebersihan, apabila ia sendiri tidak cinta kebersihan.








* Alternatif kegiatan yang ditawarkan.
Semakin banyak kegiatan alternative yang ditawarkan semakin baik. Hal ini ada kaitannya dengan minat, upaya dan kreatifitas si Guru sendiri. Kelas yang syarat dengan aneka kegiatan adalah kelas yang memungnkinkan anak-anak untuk belajar banyak sekaligus mengembangakan seluruh aspek/bakat dalam dirinya.. kalau ini tidak terpenuhi, para orang tua wajib untuk membimbing putra-putrinya diluar jam sekolah, karena tanggung jawab utama pendidikan anak tetap menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnnya. Lembaga pendidikan hanya bertugas membantu orang tua dalam mendidik anak selama kurang lebih 2-3 jam setiap harinnya. Selebihnya anak berada di luar seokolah ?. (disdr:abunda).

Jumat, 13 Juni 2008

Mengantar sebuah kebahagiaan

Di resepsi pernikahan rekan saya minggu lalu, tepatnya di hari Sabtu 7 Juni 2008, saya menyaksikan ada beberapa tamu yang lalu lalang , kebetulan saya berada dekat diantara among tamu, baik yang melalui barisan among tamu maupun yang melintas diantara Pagar bagus dan pagar Ayu. Rangkaian tamu itu ada yang berbeda mulai dari tingkat usianya, tingkat sosialnya, pekerjaan, bahkan mugkin berbeda pula gaya hidupnya, ini bisa tercermin dari pakaian atau gaun yang dipakainya saat diresepsi, atau bisa juga saat sedang menyantap makanan atau saat mereka bersalaman dengan mempelai kedua pengantin. Namun bukan hal itu yang membuat saya menjadi sangat perhatian terhadap seluruh tamu undangan yang hadir, justru yang menarik dan yang menjadi penting buat saya adalah saat saya mendengarkan sepatah dua patah kata dari seorang tamu bahkan beberapa tamu hampir senada mengucapkannya bahwa resepsi ini sepertinya sudah dipersiapakan secara matang, karena sepanjang tamu yang hadir hingga batas waktu tempat resepsi yang booking ( 1,5 Jam ) hampir berakhir , tak ada satupun dari para tamu yang mengeluh tentang makanannya yang kehabisan atau menu makanan yang kurang enak, padahal tamu yang hadir pada saat itu hampir seluruhnya memenuhi area tempat resepsi yang mungkin tidak terlalu mewah tapi cukup nyaman dan representatf untuk kesederhanaan sebuah pesta di Bekasi, berbagai menu yang disajikanpun merupakan menu yang sangat populer , sebut saja mulai dari kambing guling, ayam kecap panggang, soto ayam, nasi goreng, aneka snack maupun aneka softdrink, aneka buah dingin sampai Ice cream favorit anak-anak atau rangkaian upacara adat yang dimulai dari Temu panggih, penyerahan pisang sanggan, lempar sirih, pecah telur, sinduran, kacar-kucur, kembulan serta sungkeman sambil diiringi tarian adat ( Cucuk lampah ).

Sementara pada saat yang sama, kami tim panitia resepsi pernikahan merasakan begitu sangat khawatir,dag-dig-dug, hampir setiap detik kami menghitung sajian menu yang ada di Buffe utama maupun yang tidak terlihat di Non Buffe utama, bahkan secara detail kamipun harus sering berbicara kepada pihak catering, baik soal supply makanan maupun soal bagaimana agar suasana di area resepsi khususnya area tempat makanan harus terlihat rapi, barang bekas pakai agar tidak terlihat berserakan, ini semata-mata karena tanggung jawab kami sebagai Tim panitia resepsi , yang kebetulan si empunya Hajat adalah Rekan kami di Komunitas Sangray, tentunya kami menjaga agar si empunya hajat nantinya tidak merasa malu dan tidak merasa terhina dihadapan Relasi/ kenalan dan Saudara-saudaranya. Lihat saja kesibukan Tim Panitia kami sepanjang resepsi dimulai, sebut saja Rekan kami Pak Hanung sebagai ketua panitia yang tidak saja harus berkoordinasi dengan Sie Acara, Sie Konsumsi, sie Among Tamu, Sie pengawas kado & souvenir, Sie perlengkapan, bahkan Beliau sendiripun harus sudah siap dengan jobnya sebagai wakil seserahan saat ijab Kabul. Belum lagi rekan lain, Ibu Yuli dan Ibu Tri yang selalu siap dengan Rekan dapur untuk lancarnya lalu lintas makanan dan penyajiannya.

Inilah sebuah “test case” , kalau boleh saya sebut, bukan saja kepada sesama rekan panitia tapi juga kepada pihak Catering, karena sesungguhnya disinilah kunci suksesnya, sejauhmana mereka mempersiapkan ini semua, bisa kita lihat dari kerapihan disegi layanan, kepeduliannya menjaga kepercayaan orang lain, hingga bagaimana mengawal tamu undangan yang termasuk VIP, tamu istimewa agar semua pihak termasuk panitia dan juga para tamu undangan punya sebuah kesan dan masing-masing punya momentum suasana yang terasa nyaman saat meninggalkan ruang resepsi.

Bagi si empunya Hajat, dan pertama kalinya menikahkan putranya, ini merupakan suatu pelajaran yang berharga, untuk menjaga silhaturahmi dan menyongsong sebuah acara yang mungkin ada yang masih akan dijalaninnya kelak. Sebagaimana isi sambutan keluarga saat resepsi berlangsung, saat Pak Triyogo menyampaikan pesan-pesannya buat kedua mempelai, jadikanlah pernikahan ini sebagai sarana untuk menjaga Ibadah kepada Allah Swt, menjaga dan menyatukan dua keluarga besar yang punya adat dan kebiasaan berbeda. Kelak menjadi keluarga yang Sakinah, mawadah , warohmah, sebagaimana pula disampaikan Pak Penghulu, di Mesjid Al mu’minun, Depsos Bekasi, dengan menjelaskan sakinah adalah tenang, agar menjadi tenang bila sudah menikah, Mawadah merupakan Cinta yang didasari dari segi lahiriah, ini agar punya ketertarikan satu dengan lainnya, serta Warohmah agar kalian senantiasa tetap cinta walau usia menjelang tua.

Dan akhirnya datangnya juga, bunga rangkaian segar dan teriring doa buat kedua mempelai Ananda Kristian Trisnawijaya dan Anissa Rahman, menjadi pasangan yang berbahagia, dilimpahkan rezekinya, ditentramkan hatinya. Seluruh keluarga besar Telekomunikasi Bekasi, Yayasan Dana Pensiun Mandiri2, Bank Mandiri, Asuransi Raksa Pratikara, warga di lingkungan sepanjang Jl Irian jaya hingga ujung Sangihe, Keluarga besar rombongan dari Godean,Yogyakarta turut menyampaikan rasa berbahagia “ Semoga menjadi pasangan yang Sakinah, Mawadah, Warohmah “. Buat Rekan kami, Bapak Sutrisno dan Ibu Kismi, serta keluarga Bpk Takdir Alisyahbana dan Ibu, semoga senantiasa dilimpahkan Rahmat dan Hidayat dari Allah Swt, dan menjadi orang tua teladan bagi putra-putrinya. Amin. ( *Krj*)

Selasa, 03 Juni 2008

SUPER SOULMATE ( seri Joged koran )

Ngomongin soal acara, apalagi acara yang bernuansa seni, budaya dan sosial khususnya yang pernah digagas di Wilayah Sangray, rasanya tak “Sreg” bila tak menampilkan dua sosok wanita yang sepanjang keberadaannya di Sangray ini, sudah menjadi bagian yang paling dalam dari kehidupan kami . Tetangga saya yang dua ini senang sekali bercengkrama dengan adik-adik dan remaja, sentuhan keahliannya dalam memotivasi adik-adik dan remaja seringkali sangat membekas di hati mereka, beberapa pertunjukan seni dan permainan yang dgelar dipanggung RT maupun di Pagelaran RW sering membuat kerinduan sendiri bagi warga diluar wilayah Sangray. Tidak percaya ! silahkan tanya kepada adik-adik di wilayah kami, yang sejak pementasan pertamanya, mereka atau adik-adik ini masih berumur sangat muda sekali, masih TK, bahkan masih ada yang belum bersekolah, tapi keberadaanya dipanggung begitu sangat percaya diri, sangat PD, kelincahan dan kelucuannya dipanggung merupakan wujud dari tangan dingin dua wanita tersebut. Sebuah penanaman motivasi dan cara pemahaman seni yang dimasa datang akan menjadi asset warga Sangray , hingga pada usia adik-adik yang saat ini sudah remaja terasa interaksinya dalam membentuk sebuah tim .

Mengenal kedua sosok wanita ini hampir enam tahun silam, sebagaimana saya juga mengenal kreasi-kreasi mereka baik seni tari , Drama ataupun kreasi lainnya yang dipertunjukan di Rt, dilingkungan Rw maupun ditingkat kelurahan, saya melihat kedua sosok wanita ini sebagai motivator seni di komunitas Sangray, sebagai figure yang memiliki daya seni dan bisa dijadikan semangat membangun potensi warga menjadi sesuatu yang bernilai. Sebagian Warga baik Ibu-ibu maupun Bapak-bapak memanggilnya dengan sebutan Ibu Vivin, dilingkungan adik-adik dan remaja akrab dipanggil dengan Tante Vivin, kadang yang lain menyapanya dengan Kak Vivin. Coba tengok pertunjukannya yang sangat fenomenal di pagelaran RW maupun ditingkat kelurahan, sebuah pertunjukan drama yang diberi Judul “JIN PLN “ ataupun drama “Cindrelela”. Sebuah pertunjukan yang sering dikangeni sebagai ciri khas Komunitas Sangray, tak terbatas di lingkungan kami, tapi diluar kami seakan sudah menjadi bagian yang mewarnai kehidupan sebuah pagelaran. Sebagaimana sosok IbuVivin, keterlibatan wanita satu ini, yakni yang sering disapa dengan panggilan Ibu Hesti, yang juga punya andil mengisi serta menambah ciri seni dari komunitas Sangray yang dengan sering kalinya menciptakan kreasi tari baru dengan melibatkan adik-adik yang masih belum bersekolah ( Balita ) hingga seusia anak kelas 2 SD. Ia juga tidak sungkan-sungkan untuk membimbing karakter adik-adik yang belum punya disiplin, Ia pun rela tempat tinggalnya dijadikan tempat latihan. Makanya dari begitu banyak masalah di ke-RT-an, entah itu soal ketidak rukunan diantara warga atau masalah kecekcokan bertetangga, rasa-rasanya kita perlu bersyukur atas kehadiran dua sosok wanita ini yang bisa menjadi inspirasi bagi kehidupan pribadi , sosial maupun yang lebih luas lagi dari itu, menjadi penyatu pada sebuah kepedulian dan kerukunan untuk bangkit menggali potensi warga Sangray sebagai Rt yang is the Best.

Baru-baru ini pula, sebuah acara yang digagas oleh Ibu Vivin,nun jauh di Sukabumi, acara yang tidak hanya dapat melupakan kepentingan pribadi, tapi malah memunculkan nuansa sebuah kebersamaan sekaligus kegembiraan bagi semua warga Sangray. Sebuah acara yang awalnya hanya melibatkan sebuah Koran bekas seukuran 60 x 60 cm, namun daya magisnya bisa melahirkan sebuah pentas sekelas “kucing garong”. Permainan yang pesertanya diminta untuk melipat kertas Koran tsb menjadi dua bagian, dengan diiringi alunan musik, boleh disco, boleh Pop, dangdut ataupun reggae, dimana setiap kali musik dimatikan, mulailah peserta melipatkan Koran hingga sampai kepada lipatan yang paling kecil, dimana posisi peserta harus tetap berada diatas Koran tsb sembari berjoget. Mudah saat Koran masih berukuran besar, susah jika Koran sudah semakin mengecil. Yang menjadi istimewa adalah peserta yang semuanya warga Sangray ini, punya postur tubuh yang sudah gemuk, lucunya joget ini harus berpasangan dengan si soulmatenya, bisa dibayangkan kalau keduannya berpostur gemuk . karena ini untuk kegembiraan dan kerukunan warga, tak soal gemuk dengan gemuk, tak peduli Gemuk dengan kurus, masa bodo walau kurus dengan kurus, sepanjang mereka punya motivasi untuk kegembiraan, maka yang terjadi adalah sebuah aksi panggung dengan semangat kelucuan yang bisa membikin Ger-ger-an dan ha ha hi hi . Coba tengok si Ayah/AA yang dapat keberuntungan bisa digendong dipundak si Soulmatenya, lihat juga Papanya Bayu dan soulmatenya yang belum joget, sudah terkontaminasi dengan gaya peserta lainnya, tengok pula si rohis yang coba-coba bikin kejutan, Pak Sumedang yang meni raos, Mantan Rt dan ketua komunitas Sangray dengan ciri khas gayanya masing-masing. Yang menarik adalah pasangan juara yang disandang oleh Uda Taufik plus soulmatenya, gaya “kucing garong” yang mereka hadirkan, telah membawa pasangan ini memenangi Voucher dan berhak menginap satu malam di Hotel Bidakara beserta keluarga. Selamat!

Kita boleh senang, boleh bergembira, namum seiring waktu, puncak keprihatinan kita adalah kalau sosok seperti Ibu Vivin dan Ibu Hesti, tidak lagi berkreasi dan sudah “mempensiunkan “dirinya bagi kegiatan komunitas Sangray. Yang mungkin terjadi adalah kemunculan dari adik-adik remaja secara alami, bisa muncul dari diri Ririn, Wilda, Eci, Amik, Anis, Gesy, nanda, fira, athaya, kanya, Dini, Sinta , atau mungkin dari kumpulan anak macho , sebut saja Ajay, kiko, Danur, Angga, Gilar, Odi, Reza, Eza , Willy, Fathan, Faras, Bayu, Dimas , atau Tidak ada satu sosokpun yang menggantikannya. Ayo Rekan Remaja!! tunjukan potensi dan bakatmu, jadikan wilayah Sangray ini, sebagai pelampiasan kreasi mu, jangan segan atau malu untuk bertanya pada yang senior, Salurkan Ide-ide kalian pada sebuah wadah yang tepat, Cari seseorang atau sosok di komunitas Sangray ini yang bisa menjembatani keinginanmu, Bangkitlah!!, Indonesia pasti Bisa, targetkan diri kalian sebagai yang terbaik, We Are the best from Sangray. Kami dukung.**

Suatu siang di kebun milik Pak Nunung

Rasanya sih tak sulit kalau kalian mau berkunjung ke kebunnya, tempatnya sendiri letaknya tidak jauh dari Wilayah Sangray, hanya mungkin dipisahkan oleh wilayah RWnya saja. Untuk menemukan lokasinya bisa dijalani lewat kampung sebelah, atau bisa disisir lewat jalan Raya Irian jaya, hingga sampai diujung Jl.Irian Jaya raya, kalian akan sampai pada pangkalan Becak satu-satunya yang ada di komunitas Sangray, kalau anda malu bertanya, silahkan anda meneruskannya ke Jl. Sangihe Raya, jalan terusan sesudah Jl. Irian jaya ini, akan ada pertigaan jalan yang menuju ke Kampung sebelah, orang biasa menyebutnya dengan kampung bang Somat, Semua warga Sangray maupun tetangga komunitas Sangray pasti sudah paham kalau menyebut kampung bang Somat , jalan yang kalian lalui tadi lebih dikenal oleh masyarakat sekitar dengan sebutan Gang Somat. Kalau anda punya waktu lebih lama, dan mau memperhatikan Gang tersebut, kalian tentu akan merasa heran, dengan mobil yang hilir mudik di sekitar gang tersebut, dulu gang tersebut selain di lalui oleh Truk, sepeda, motor , dan sesekali hewan peliharaan juga terlihat disana, seperti Kambing, Sapi dsbnya, dan yang mungkin menjadi perhatian lain adalah mobil maupun motor aparat keamanan dari satuan Patroli, yang sering kali menggunakan Gang tersebut untuk jalur kegiatannya, posisi jalan tersebut sebenarnya adalah jalan buntu, sehingga jika mobil maupun Truk yang menuju kesana, pasti akan kembali lagi kejalan tersebut untuk kembali ke jalur jalan Utama.

Tak jauh dari lokasi kebun tersebut, memang terdapat lapangan sepakbola, tepatnya dibelakang kebun itu, ukurannya sama dengan standar lapangan sepak bola pada umumnya. Bersebelahan dengan kebun tersebut terdapat ada Jalan segitiga yang banyak ditanami oleh pohon-pohan besar, seperti pohon mangga, pohon Rambutan, jengkol, kelapa, Duren, melinjo dsbnya, sesekali penghuni disekitar kebun tersebut bertemu dan dengan dialek khas betawinya, banyak menyapa orang-orang yang melalui jalan itu, kadang terdengar : “La! loe pade mo kemane iya “ ,atau “ Biasa mpok cari sayur asem “ atau “Tumben , ude lame enggak pernah ketemu “ dan jangan juga aneh jika kalian mendengar bahasa jawa yang sesekali ikut nimbrung di silahturahmi tersebut, karena memang disekitar tersebut banyak orang pendatang yang ngontrak rumah disekitar tsb, yang datang dari kampungnya tuk cari rezeki, abang becak, tukang batu, Ojek dan penjual jajanan pasar atau penjual sayur mayur. Ada juga yang jadi penggarap lahan disekitar area lapangan sepakbola, kerena memang tanah disekitar tsb masih terlihat luas dan masih digarap untuk tanaman jenis bawang, sayur mayur, singkong dan lainnya.

Senyum ramah si penghuni Kebun, seringkali memberi kehangatan tersendiri, mengobrol disela-sela pekerjaannya menjadi bagian dari keramahan dari Mas Agung, lelaki yang bisa dan biasa ditemui disekitar kebun, Dia lebih banyak mengurus kebersihan kebun hingga kepada tanaman yang banyak tumbuh disekitar kebun, ada tanaman hias , tanaman obat, tanaman berbuah maupun mengurus hewan piaraan seperti burung dara, ayam hingga ikan dikolam. Sambil sesekali duduk di Saung yang ada disekitar kebun, yang memang dibangun untuk melepas lelah, mengaso dan kadang mencari ide lain bagi sipemilik kebun. Rekan yang sering berkunjung menemaninya seperti Abang kembang, maupun pemilik Nursery sederhana Mas Slamet. Sesekali kalau musim rambutan tiba, biasanya rame dengan acara memetik buah rambutan, ada yang pake galah, ada yang memang berani naik pohon sendiri, atau ada juga yang asyiknya Cuma makan doang, tapi itu semua enggak menggangu buat Mas Agung, bahkan si empunya Kebun, yang biasa disapa Pak Nunung dan Ibu Nunung sering mengundang warga dihari sabtu dan minggu, maklum keduanya orang kantor yang senin hingga jumat buat kepentingan kantor. Diawal berdirinya kebun ini, beruntung bahwa kebun tersebut menjadi salah satu proyek percontohan yang bernuansa asri, bermanfaat serta pernah dikunjungi oleh Pihak Kelurahan maupun Pemda setempat guna sosialisasi kemasyarakatan, maklum wilayah Sangray adalah satu-satunya wilayah Rt yang berfasilitas area kebun diantara begitu banyak Rt yang berada satu kelurahan dengan komunitas Sangray, sebuah manfaat bagi warga Sangray, karena kebetulan si pemilik kebun adalah mantan ketua Rt. Diwilayah Sangray. Kedepan! mungkin pengembangan area kebon bisa saja digunakan untuk kegiatan yang edukatif lingkungan atau hiburan bagi adik-adik diSangray. Karena pengenalan lingkungan dan berbaurnya adik-adik dengan alam, tanaman, hewan dsbnya secara langsung dapat memberikan wawasan yang berbeda bagi pertumbuhan psikogis. Ini semua tentunya tergantung kepada si empunya Kebun, kepedulian dan keprihatinannya terhadap dunia anak-anak dan kemasyarakatan, dimana anak-anak sekarang bahkan orang tuapun kadang masih banyak yang bersifat individualis. Maklum pengaruh lingkungan diluar sangat terasa, baik dari tontonan TV maupun masmedia lainnya. Belajar mengenal tumbuhan, bercocok tanam, memberi makan ternak, adalah bagian dari kegiatan yang mendidik.

Selain kebun tersebut sangat asri dan adem, kian lengkap pula dengan apa yang dilakukan oleh Ibu-ibu Sangray ini ditiap hari sabtu dan minggu, sesekali mereka kumpul di tengah Saung, sekedar bercengkrama, bahkan ide untuk makan bersama dengan masing2 bawaannya sering kali menjadi kegiatan yang rutin, tukar menukar hasil masakan, hari ini bawa lauk, besok bawa asinan, lusa bawa nasi , sudah secara otomatis menjadi sebuah kerukunan yang besar manfaatnya. Terkadang salah satu warga yang jago masak bisa membagi ilmu dan keahliannya pada kegiatan tersebut. Memasuki kebun ini 100% tidak dipungut biaya alias gratis, si Empunya kebun sangat terbuka kepada siapapun. Yang pasti “Cemilan” dan menu makan siang biasanya mereka sudah ada koordinasi, tidak pernah salah satu yang dibawa rekannya sama, sapaan”Ipeh loe bawa ape hari ini”, yang lain nyahut dengan “bawa asinan”, “ bawa Sambel”, “bawa Ayam goreng “, perangkat-perangkat canggihpun seperti Hp mereka punya, dari CDMA sampe GSM, sekedar memperlancar komunikasi. Inilah sebuah suasana yang menjanjikan sebuah kesadaran bahwa sepanjang kita berbaur dan bersilahturahmi, dengan niat baik, maka kita adalah bagian dari persaudaraan itu sendiri, “menjadi satu, karena kita semua Saudara.”, sambil terdengar sayup-sayup suara kegembiraan dari Saung nun disana, entah itu suara Ibu Endang, ibu ance, Ibu Ipeh, Ibu Pendi, Ibu Nunung, ibu Ari, Ibu Darto, serta Ibu Hanung yang punya Dialek Surobaoyoan, terlarut dalam suasana canda dan tawa yang lepas. Seraya kuayun langkah kakiku untuk ambil air wudhu, sembari mengenang “Suatu siang dikebun milik Pak Nunung”.

Kamis, 15 Mei 2008

Mencari ketua baru

Ada sebuah sisi yang ingin saya ceritakan, yakni ketika akhir-akhir ini terjadi kesibukan yang luar biasa di kampung kami, bukan pesta mercon banting, bukan pula pertunjukan musik apalagi jumpa artis sinetron, tapi sebuah riak pemikiran diantara kami, yakni masa perjalanan yang sudah kami lewati sepanjang 15 tahun kebelakang. Sebuah perjalanan yang mungkin sudah begitu banyak menoreh kegembiraan bagi hampir semua warga, namun juga masih banyak pula catatan-catatan kecil yang sangat menggangu karena belum bisanya kami menyatu pada sebuah kerukunan maupun kepedulian terhadap tempat dimana kami setiap hari bernafas, melakukan ibadah , sampai mimpi dan tidur pulas.

Terlalu sayang seandainya moment ini kami biarkan berlalu, tanpa kami tahu dan tidak menemukan akar permasalahannya, semakin kami tidak berupaya untuk menemukannya, semakin jauh rasanya aroma kepedulian bisa dihadirkan di kampung kami. Entah jalan apa yang pertama kami harus tempuh, sebuah acara sosial kerja bakti wargapun sudah di jalani, jadwal pertemuanpun sudah tercatat berkali-kali diadakan, hingga sebuah penggambaran kisah hidup satu dua wargapun pernah hadir yang seolah ingin menunjukan sebuah realita hidup, yang seolah ingin berkata bahwa hidup itu tidak selamanya punya jalan lurus, sesekali akan ada jalan berkelok, hidup tidak hanya hitam melulu, tapi juga tidak putih sepanjang hayat. Hidup itu sangat dinamis dan harus diyakini bahwa Tuhan punya rencana terhadap semua makluk di dunia ini.

Uuhhh! Kutarik napas panjangku ! kenapa aku harus memikirkan ini semua, kenapa tidak orang lain saja yang memikirkan kampung kami, .toh merekapun tinggal dikampung ini, mereka juga tidur dikampung ini, mereka juga buang hajat ditempat ini, mereka juga bisa undang saudaranya ke kampung ini untuk sebuah urusan , kenapa saya harus cape-cape menggunakan otak ini bila orang lain tidak memberikan hal yang sama untuk kampung ini, lantas kalau saya lelah dan tiba-tiba jatuh sakit, siapa yang peduli dengan ini semua, toh yang pusing akhirnya istri dan anak juga. Ehm ..lama saya termenung, rupanya saya belum jadi manusia baik, belum punya kecendrungan dimana hati nurani harusnya saya tempatkan didepan.

Yup, tiba-tiba saja sejumlah orang kaget ketika ada berita bahwa ketua Rt kami tidak lagi ingin menjadi ketua, Apa yang mereka kagetkan ? pasalnya karena yang akan terjadi adalah diantara kami tentunya akan saling tunjuk-menunjuk, saling andal-mengandalkan, atau paling tidak akan ada suasana “perdebatan kecil “ hingga sampai ditemukannya Figure yang dapat meneruskan pekerjaan Beliau. Beh ! enaknya mereka ( saya ambil bahasanya CHangcuters ) seorang warga yang peduli berkomentar, selama ini mereka kemana saja, mana peduli mereka saat Rapat RT kami undang, iuranpun tak mereka pedulikan, maka tak heran kalau dalam acara yang akan digelar ini ( Pilkaret = Pemilihan ketua Erte 2008 ) , diantara kami atau masing-masing pribadi membangun rekayasanya sendiri agar tidak mau dijadikan Ketua Rt. Dan yang lebih gawat lagi, saat kami sebagai panitia hadir dan meminta kesediannya untuk duduk sebagai pengurus Rt, mereka lantas mengira dan mereka-reka bahwa panitia sudah membuat rekayasa yang intinya menggiring orang lain agar dijadikan ketua RT padahal kami hanya ingin membagi dan membawa amanat warga bahwa Figure Bapak sangat punya potensi untuk bisa memberikan dan membawa kampung ini kepada suasana yang kondusif ( Kalau bahasa iklannya PAS Susunya ).

Untuk itu, hari ini saya merasa bangga menyaksikan pertemuan rapat Tim panitia Pilkaret kampung kami di rumah saya, namun demikian, saya tetap harus punya “ruang tak terduga “ dan sepertinya semua wargapun masih punya hati was-was karena cara pemlihan yang akan dilakukan adalah dengan cara Angket. Ini satu-satunya cara yang bisa fair, menurut sebagian warga, sebagian lain mengatakan ini tidak Fair.

Bukan apa-apa, kita ini warga yang kadang konsisten, kadang berubah-ubah, ibarat Iman, iman itu akan bagus pada saat kita baru mengaji, tetapi pada saat kita dugem iman pun tampak hitamnya, misalnya kalau kita tidak saling setuju tentang sesuatu hal, maka jelas akan nampak diwajah dan sikap kita. Beda pendapat dianggap tidak kompak, kalau tidak kompak ujung-ujungnya tidak lagi kumpul-kumpul, saling menjauh dan susah tersenyum. Inilah tantangannya sebagai sebuah tim panitia. Saya berdoa mudah-mudahan tim panitia yang lagi bekerja ini mampu menemukan seorang Figure yang membawa kampung ini menjadi dewasa dan saling membangun, agamis dan kondusif. Selamat bekerja buat Papanya Kanya, Ayahnya Bayu, Ayah Dery, Ayahnya BM, salam juga buat Bapaknya Nanda, Om Triantoro, Uda Taufik, Papa Odi, Pak To, juga Ibunya Dito, serta yang terakhir buat Pak Hanung ( tapi bukan Hanung Bramantyo. Si Sutradara AAC-ayat-ayat cinta itu ) ini Papanya sikembar ( ketua komunitas Sangray ).#

Selasa, 13 Mei 2008

Ibu-ibu dari Sangray ( Have fun to Pondok Maos )

Kepada Rekan-rekan di Sangray, Tulisan ini memang untuk kita semua. Bukan untuk menafsir sebuah pengalaman maupun peristiwa yang pernah sama-sama kita kenang, tapi lebih sekedar untuk mengingat kembali bahwa di suatu tempat, sebuah Desa wisata alami , kita pernah bergembira bersama, bermain bersama, berenang bersama, makan bersama sekaligus bernyanyi bersama. Oh indahnya, sebuah foto kenangan pun menjadi saksinya.

Entah dari mana mulainya, entah siapa yang menyemangatinya, atau Ilham apa yang sempat mampir ke diri mereka, Ibu-ibu di Sangray ini punya kecendrungan untuk membagi kegembiraan mereka, nuansa kegembiraan mereka di Ciater Subang sepuluh tahun silam, sepertinya membekas dan ini yang menjadi pemicu untuk mewujudkannya kembali di Desa Alami, sebuah tempat di wilayah Sukabumi.

Dengan Ibu2 Sangray ini, saya beruntung tidak sekedar menikmati Panganannya saja seperti tahu Goreng, pepes ikan, lalap, tapi juga aksi panggungnya , bahkan keseriusannya untuk menjelajahi daerah wisata, tidak kenal lelah. Mulai dari Taman Buah Mekar Sari, Kebun Wisata Pasir Mukti sampai Wana Wisata Curug Cihurang, Yang penting bagi Ibu2 Sangray ini suasana hati, kreatifitas untuk mewujudkan kebersamaan serta kegembiraannya bisa mengobati rasa lelahnya. Bahkan Jadwal Survey berikutnya mereka sudah siapkan, sepertinya tak jadi masalah ……. Selama…selama waktu dan dokunya ada, nek’ enggak ono, yo paling ditunda…ha..ha.ha.

Dari pengembaraan ini, mereka sepertinya sudah mendapatkan tempat yang sangat pas untuk menjadikan impiannya bisa dinikmati bersama Ibu-ibu yang lain, dengan keluarga selingkungan, dengan adik-adik remaja, dengan Bapak-bapak yang punya urusan kantor segudang hingga lupa membagi kegembiraan bersama tetangga diselingkungannya. Saya menaruh hormat pada Ibu2 Sangray ini, mereka ndak punya pamrih apa-apa ? sekali lagi tak ada , kecuali bahwa mereka berusaha untuk menyumbangkan gagasan dan ide untuk menunjukkan jalan bagi kita semua warga di Sangray, Yang sudah lama hampir beku, dan merasa tak lagi menemukan silahturahmi yang pas guna menyegarkan dan mencairkan kehidupan bertetangga. Sebuah Family gathering mereka wujudkan dalam bentuk yang lain, yang pas buat membagi cinta dengan wujud kebersamaan dan kepedulian sesama tetangga.


Bagi Ibu Inung, Ibu Ipeh, Ibu hanung, Ibu Nursigit dan Ibu Ance, Cinta itu sesuatu yang memang harus dibagi rata pada semua warga. Dengan rombongan hampir berjumlah 87 orang, yang terdiri dari Anak-anak, Ibu-ibu, orang tua, Nenek kakek, cucu hingga pembantu juga punya kegembiraan. Ini merupakan pekerjaan yang tak mudah, bagaimana Ibu-ibu ini bisa memanage hingga ke Desa wisata Alami, Wah……yang pasti Selaku humas , Ibu Inung sudah punya trik dan tahu caranya bersilahturahmi dengan Pak Dasep yang kasep, Sipengelola dan humas dari Desa Alami tersebut. Coba dipikir, wong Desa alami itu tak punya sejumlah kamar tidur untuk menampung sebanyak warga Sangray yang berkunjung. Makanya banyak cerita menarik pada saat warga sangray menginap di Paviliun Rena, Di Paviliun Kemiri dan di Paviliun Gintung.

Yang pasti , di acara Familiy Gathering tersebut, tak ada yang susah dan tak ada yang sedih, tiap orang harus pulang membawa kenanganya sendiri , agar dapat dibagi pada keluarga mereka masing-masing, bahwa cinta dan hidup bertetangga harus penuh dengan berkah dan saling peduli. Itu kata kepala Suku rombongan Bapak Hanung Swasono. Bagaimana Suasananya, tempatnya seperti apa sih, Makanannya lezat , enak atau enggak ? ada kolam renangnya tidak, ? Apa ada karokenya ? pergi kesana naik apa ? yang pasti Seruuuuuuuuuuuuu banget, Apalagi ada MCnya, Sitante Vivin dan Om Martino, pasti meriah. Tunggu ya nanti pasti diceritain , deh . soalnya mau ada yang lewat. ( kaya iklan di Tv aja ).