Rabu, 07 Januari 2009

Jakarta-Subang ( The Dangdeheur Party)

Setelah lama tak ada realisasinya, baik yang punya hajat, maupun yang ngotot tukang nagih janji, Namun kali ini, setelah pulang dari negeri Nun jauh di sana, ( Swedia ), kali ini si AA ( panggilan akrab dikomunitas sangray ) benar-benar punya rencana yang udah jauh hari ada dikepala, saat tanggal 14 Desember 2008 , hari yang sudah disepakati tiba, sekonyong-konyong seluruh rencana yang siap ready, menjadi ditunda, karena salah satu rekan kita dikomunitas sangray, jatuh sakit dan harus dioperasi pada salah satu organ penting tubuhnya, sang istri bilang, bagian empedunya yang harus dioperasi karena ditempeli semacam batu. Operasipun berjalan lancar pada esok
harinnya.

Anehnya, dan sudah menjadi ciri khas dikomunitas Sangray, sesuatu itu apabila sudah direncanakan, sepanjang historisnya. Bisa dihitung dengan jari, mana yang berhasil lolos sampai ke hari “H”nya, dan mana yang hasilnya Nol besar. Sekedar menambah catatan pada tanggal 28 Desember 2008, tepatnya hari minggu pagi, jam 08:00, antrian mobil dari mulai Avanza tahun terakhir hingga Toyota kijang jenis Roverpun ikut memeriahkan jalur Jakarta Subang, plus Opel blazer hijaupun ikut menempel padahal rute si Opel hijau ini sudah disetting di km Jakarta Surabaya. Demi kebersamaan dan kerukunan komunitas Sangray lengkaplah sudah seluruh personil komunitas sangay hadir dan berkunjung ke rumah di si AA.

Sekedar kilas balik, si AA ini punya riwayat hidup cukup unik juga, dan mungkin sampai detik ini, Elo ratingnya untuk urusan mengenal negeri orang lain atau bangsa lain cukup tinggi, India adalah Negara yang paling pertama dikunjungi, berikutnya Swedia, Cina, Amerika, Paris, Irlandia, Belanda, Jepang, Kroasia, Inggris, dan masih ada lagi yang belum diceritakannya. Perkara kenapa si AA bisa melalang buana ke negeri orang, itu pasti garis tangan si AA tidak punya sambungan, Hoky berat kata orang cina, tapi kalau kita mau telusuri hatinya si AA, dia itu homesick banget ama yang namanya kota Subang, maklum Soulmatenya asli Subang, udah gitu hobinya ama dunia pertanian semisal Ikan, hewan kambing, terasa banget waktu rombongan komunitas Sangray sampai diujung rumahnya, kolam ikan dengan segala penghuninya seperti Nila, Koi, Mujair, Gurame, Mas hingga rumah waletpun bertengger disana.

Coba deh rekans bayangin, waktu memasuki area tempat kita dijamu, dari Sate kambing, Shop kambing, Pepes ikan Nila, pepes Mas, tempe tahu, kerupuk, lalapan, Sambel goang, hingga Abang Baso beserta gerobaknya hadir sambil melayani pesanan adik-adik dari Komunitas Sangray, yang pesan baso doang, pesan dengan mie atau yang asyk dengan sate kambingnya, semua Gratis, belum lagi rambutan, Nanas, Rujak sampai si Anak semata wayangnya berfashion show dengan sarung sambil menggandeng pasukan dari rekans didusunnya. Itulah sebagian dari yang bisa dinikamti, canda tawa , lepas bagai tak terkendali, Apalagi disana Hadir si Mama IKA, spesialis tukang ngebodor dengan segudang banyolannya dari Duren ( Duda Keren ) hingga teknik memancing ikan.

Terbayar sudah hajatnya si AA, lengkap sudah kegembirann warga sangray, lima belas buah pancingan plus kailnnya, menjadi atribut keceriaan, dari si yang punya hobi berat mancing, sampe yang belum pernah mancing, dari Ibu-ibu, bapak-bapaknya hingga anak-anak kecil dan remaja baik putri maupun putra, seolah tempat itu menjadi tempat aktualisasi semua peserta yang hadir, ajang pemecahan record pun menjadi catatan tersendiri, dari Pemancing yang paling cepat dapat, seper sekian detik, diraih oleh Ibunya Oca ( Tante Vivin ), record paling banyak dapat ikan, tak lain si Raja Pancing dari Sangray, Pak Triantoro, record ikan terpancing paling kecil, diraih oleh Pak RT, special hadiah tak ada yang disiapkan, yang pasti kerukunan dan kegembiraan yang menjadi mimpi kita bersama, sudah hadir untuk semua warga Sangray. Mendadak kegembiraan bertambah semarak ketika serombongan warga Sangray yang lain, yang habis menghadiri hajatan kawinan ikut gabung di sana, Pak Triyogo plus keluarga, Pak Supartono plus keluarga serta rombongan Laskar Sangihe yang dipimpin Ibu Nunung serta sederet anak-anak gamer dari sangihe Deri, Dio, Danur, Ole, Dito, kanya, Nanda dan Mas Hendra ikut bergabung.

Spesial thanks juga kita acungi jempol buat Pak Hanung and Family, walau habis operasi empedu, masih sempat hadir dan ngawal acara Jakarta-Subang, buat Pak Taufik plus keluarga, ‘tuk Pakde Ari plus keluarga, Pak Endang and Family plus nenek, Pak Dedy plus keluarga yang langsung ngukur jalan hingga ke Surabaya, ‘Tuk Pak Hasnan and keluarga, buat Pak Trisno dan Nawan, Buat Pak Supardi and Soulmatenya, Buat Tante Vivin plus family, buat Ibu Ari Nurwanto plus sinta, buat Ibu Gani dan Kak Embo, Buat Pak Nursigit plus keluarga, ‘Tuk Pak RT and family, dan terakhir buat rombongan para “bujangan” special buat Pak Triantoro ( si Raja Mancing ), Pak Abdullah ( sesepuh Sangray ), Buat ibu Ika Herman Hermawan ( “kalau enggak ada kamu enggak Rame” ), juga buat Angga yang mewakili ibu dirumah.

Pepatah bilang, kalau ada Sumur diladang bolehlah kita menumpang mandi, kalau ada Si AA …….. mau lagi doooooooong, itulah ungkapan hati paling dalam warga Sangray, sekali lagi Thanks berat buat Pak Suhyar ( AA), beserta Ibu Suhyar, Ami anak semata wayang, plus salam berat buat Family Pak Suhyar di Subang. Sekali lagi thanks, thanks, thanks, sembari pamit pulang, sepenggal lagu dadakan dalam alunan Acapela “Kasih ibu , kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, Bagai Pak Suhyar menyinari Sangihe……………...ha 12 x.” ( *Msntro*)