Kamis, 14 Agustus 2008

MENGETUK SEMANGAT KEMERDEKAAN

Untuk pertama kalinya, Panitia peringatan HUT RI-63 komunitas Sangray melahap habis seluruh jalan antara “ Thamrin – Sudirman” dengan pagelaran Parade Ngamen Jalanan. Dengan berbagai nyanyian anak bangsa berformat Lagu-lagu perjuangan kemerdekaan Indonesia terus menggeber semangat perjuangan menuju sejumlah titik-titik indah dipemukiman Sangray di hari sabtu pagi tanggal 9 Agustus 2008.

Tante Vivin sebagai Koordinator pageleran Nyanyian perjuangan menyatakan pagelaran itu benar-benar hebat, sebuah pagelaran yang coba menggandeng anak-anak remaja tingkatan SD dan SMP ini, punya semangat yang luar biasa. Butuh perjuangan tersendiri untuk bisa mengajak adik-adik remaja ini bernyanyi sepanjang pemukimanan , door to door mereka lakukan, sambil menikmati suasana kegembiraan yang mereka hadirkan untuk warga dilingkungan maupun kegembiraan bagi diri mereka sendiri. Ditemani seperangkat alat-alat musik seperti Gitar, Marakas, Tifa, Harmonika, Sner, Tambur, gendang, Perkusi serta atribut merah putih terpasang dikepala meraka, sebuah tanda hari peringatan kebangsaan Indonesia telah lebih awal hadir sebelum tanggal 17 Agustus . “ Hampir seluruh rumah yang kami lewati penuh kesan” kata Devi, siswi kelas 3 smp yang ikut dalam nyanyian perjuangan tersebut.

Namun begitu, kesan yang sesungguhnya indah itu, kata wanita yang akrab dipanggil tante Vivin ini adalah saat mereka menemukan Pria yang masa mudanya ikut berkecimpung langsung dalam kancah perjuangan kemerdekaan Indonesia sesungguhnya. Maklum selama ini, beberapa orang tua dilingkungan tempat tinggal kami, tidak pernah menunjukan semangat Kemerdekaan yang ditunjukan oleh Pria ini, dengan spontanitas yang tinggi Bapak satu ini, dengan lantang ikut menyanyikan lagu-lagu seperti yang kami nyanyikan, sebut saja nyanyian perjuangan “ 17 Agustus 45 “, Bangun Pemuda-pemudi, Halo-halo Bandung, Maju tak Gentar.

Yang tak kalah hebatnya, Bapak satu ini ikut menggerakan seluruh semangatnya lewat gerakan-gerakan tangan bagaikan Dirijen pada sebuah konser pertunjukan kolosal. Prilaku dan semangat ini bagaikan anak panah kerinduan ke masa silam maupun kemasa depan nantinya. Kerinduan sebagai bangsa yang telah mengikatkan hati dan jantungnya hidup mati untuk memperoleh sebuah kemerdekaan , kesejahteraan dan kemakmuran yang tinggi serta kemuliaan .

Orang-orang yang kini sedang memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-63 ini, termasuk Bapak yang tadi itu, secara diam-diam mungkin sedang berupaya untuk mencari sesuatu yang dulu pernah mereka rasakan, yang mereka pernah alami, yang mereka rindukan, yang mereka kangeni sebagai sebuah bangsa, sebagai rakyat , sebagai orang desa, sebagai Wong Cilik, sebab dalam kenyataan hidup mereka sehari-hari kini, hanya sedikit yang bisa mereka peroleh sebagai bangsa yang telah berusia 63 tahun, selebihnya kenyataan jauh dari apa yang mereka rindukan. Betapa kita merindukan seorang Pemimpin yang tidak hanya berkuasa tapi juga punya kelebihan terhadap cinta kasih bagi rakyat, dan punya keadilan yang tinggi.

Secara keseluruhan, suka duka dan kegembiraan yang mereka lalui bersama dalam pagelaran, ini menjadi modal dan mempertebal rasa persaudaraan dan kerukunan diantara mereka, sekaligus juga ikut menjaring rekan-rekan mereka yang belum dapat sepenuhnya bergabung pada parade Ngamen perjuangan. Lebih jauh lagi pengalaman dan kegembiraan itu akan mereka deklarasikan pada sebuah kata-kata yang “Allways On” tetap dapat menyemangati perjalanan mereka kelak dalam berbangsa, bernegara dan bersosial.

Karena itu, setelah pagelaran ini, sejumlah acara akan digelar kembali untuk tetap menumbuhkan kreatifitas dan semangat mengisi kemerdekaan ini, Pada Malam Puncak HUT RI ke-63 pada tanggal 17 Agustus 2008. MErdeKa. (#msntro#).


Selasa, 12 Agustus 2008

PS. SANGRAY, Tak Sekedar menjaga sehat

Beragamnya acara tayangan sports khususnya event-event seperti Piala Eropa, Liga Italia, Liga Inggris , Piala Asia serta Piala Dunia dsbnya dilayar Televisi, rupanya ini sangat berpengaruh pada wawasan berpikir anak-anak remaja maupun Bapak-bapak dalam hal pengetahuan Olah Raga . Acara yang bernuansa Sepak bola terbukti sangat disukai dan digemari para remaja , mereka sangat akrab dan kenal benar dengan nama-nama seperti David becham, Tiery, Rooney, Gerard, Ronaldo, Ronaldino , bahkan nama-nam besar di persatuan Clubnyapun hampir mereka ucapkan saban hari dikumpulan mereka seperti MU, Ac Milan, Liverpool, Ayax dsbnya, seakan mereka haus akan berita-berita yang menyangkut informasi tentang raja maupun Bintang kesayangan mereka.

Salah satu pengaruh yang memberi semangat mereka untuk ikut bermain sepak bola di lapangan terbuka, khususnya bagi anak-anak Remaja di Komunitas Sangray adalah dekatnya lapangan Sepakbola yang mereka dapat gunakan selain lapangannya punya standar nasional, rumputnyapun terasa nyaman untuk dapat berlari. Bertepatan dengan peringatan hari Ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-63 digagaslah wadah untuk memberi ruang bagi adik-adik remaja tersebut agar punya disiplin waktu serta teknik bermain Sepakbola yang baik, maka dibentuklah Persatuan sepakbola SANGRAY, yang saat ini sudah membentuk team dengan klasifikasi Team A yakni anak usia antara umur 7-10 tahun ( Seklah dasar ), Team B dengan tingkatan usia antara 12 taun hingga 17 tahun. TEAM yang dipandu oleh Pak PARDI , orang yang sudah punya pengalaman dan malang melintang di dunia sepakbola, Sejak Remaja hingga sampai punya cucupun masih punya semangat untuk membangun serta memberi ilmunya kepada adik-adik di lingkungan Komunitas Sangray, kesan seorang pemain sepakbola tulen tergambar pada fisik dan penampilan dirinya dengan masa remajanya yang punya rambut Gondrong seperti Mario kempes, seorang legenda sepakbola yang membawa nama Argentina menjadi Juara Piala Eropa, dan team yang sangat ditakuti oleh team dari Eropa, selain Brazil tentunya, yang sudah top dengan PELEnya. Selain Pak Pardi , Team pendukung sepakbola Sangray ini juga dibantu oleh Pak Dayat, Rekan muda yang punya kepedulian Sepakbola sangat tinggi juga untuk perkembangan adik-adik remaja, serta Pak Endang yang punya Hobi bermain sepakbola. Beberapa kali “latihan” yang sudah berjalan ini, memberi bukti bahwa Sepakbola bisa memberi motivasi disiplin, sportif, kerjasama, penguasaan teknik bermain, ketahanan fisik serta tentunya kesehatan yang prima.

Dulu! Ketika adik-adik kita ini bermain bola, hanya sekedar bermain saja, tanpa punya teknik menendang yang baik, lebih mementingkan gaya dan ego bermain saja, namun sekarang , mereka sudah paham bagaimana caranya untuk dapat bermain bola yang aman, (Pemanasan /warming up dulu ), bagaimana agar bola yang ditendang tidak melambung keatas atau bagaimana menginginkan bola agar dapat ditendang melambung, mendrible bola, mengecoh lawan, memberi bola ke Rekannya serta menyundul bola dengan tepat pada kepala dan posisi bola tepat kesasaran. Inilah semangat yang ditunjukan oleh Adik-adik Remaja, semangat kebangsaan, semangat Olahragawan, semangat mencari ilmu sepakbola. Semangat disiplin waktu. Berlatih tiap minggu Dilapangan “Bang SOMAD” Bekasi mulai jam 6 pagi hingga jam 8 pagi, dengan prosentase 50 latihan Fisik, 30% teknik bermain sepakbola, 20 % enjoyable/fun.

BRAVO Persatuan Sepakbola Sangray!. Ayo tunjukan kepada Dunia, bahwa kalian juga termasuk generasi muda bangsa yang peduli dengan nama besar Indonesia, berikan yang terbaik bagi persepakbolaan Indonesia, lanjutkan dan ukir nama-nama kalian seperti generasi sebelumnya , sebut saja Roni Patinasarani, Iswadi Idris, Nobon, Anjasmara, Abdul kadir, Bambang Nurdiansyah, Risdiyanto, Yudo hadiyanto, atau orang-orang bola masa kini seperti Bambang Pamungkas dan Elly Eboy. Capai cita-citamu setinggi legendaris Dunia sepakbola “Pele”, Johan Cruef, Ged Muller, Mario Kempes, MARADONA dsbnya. Kami dukung untukmu adik-adik remaja, Kalian pasti Bisa, Ajak teman-temanmu untuk berlatih bola dengan Fun dan Enjoy, Selamat Berlatih untuk semua Team, Adik Ajai, Fatan-Faras, Dio, Dito, Bagus, Bayu, Desvri, Windra, Raka, Deri, Angga, Dimas, Bagus, Willy, Chandra, Louis, dan lain-lainnya yang tak bisa bisa disebut satu persatu disini. Salam Sepakbola. ( mstr ).