Selasa, 25 November 2008

Komando 589 pada Formasi RW18

Formasi kepengurusan RW delapan belas yang baru disyahkan awal Nopember 2008 ini ( periode 2008-2011 ), memberikan suatu angin segar bagi beberapa kelompok RT yang selama ini merasa dipinggirkan, apa yang dilakukan ketua RW kali ini merupakan sebuah indicator perubahan, semacam demokrasi baru, dimana sepanjang kepengurusan Beliau kurang lebih 18 tahun kebelakang, lebih banyak menggandeng kelompok dari wilayah Utara ( Rt, 1., 2 dan 3 ) , wilayah Timur ( Rt. 6, 7 ) dan wilayah barat ( Rt. 4 ) sementara wilayah Selatan ( 5, 8, 9 ) lebih cendrung berperan sebagai Soda Gembira. Kekuatan Formasi sebelumnya memang cendrung berifat kewilayahan, ini dimungkinkan karena Pak Rw sendiri bertempat tinggal diwilayah utara, kedekatan dan Witing tresnonnya lebih cendrung demi kepentingan tugas-tugas beliau.

Pak RW memang bukan orang baru didalam seni memanage orang, Beliau seorang Play maker, Pandai bicara, lugas dan tahu persis kapan saatnya merangkul, kapan saatnya membiarkan bergerak, bahkan beliau juga seorang yang handal dan tahu persis mengendalikan situasi, seluruh wilayah dibawah wewenangnya, ibarat lapangan Bola, dimana poisis Beliau sebagai Striker dengan supporter yang siap mendukungnya, semuanya tinggal tergantung Beliau, kapan saatnya mau mencetak Goal, dan kapan saatnya membuang Bola keluar lapangan, semuannya sangat tergantung kepada moment dan konteksnya.

Tetapi siapapun tidak membantah, siapapun bisa menyaksikan bahwa formasi yang dibangun Pak RW kali ini, adalah sebuah racikan , semacam bumbu, yang bisa membangkitkan selera makan, bisa punya rasa pedas, manis , asin atau sama sekali tak punya rasa . Namun secara khusus masuknya beberapa orang dari kelompok selatan ( Blok 8 Gab rt 5,8,9 ) seperti Pak Hanung, Pak Nursigit, Pak Purwoyo, Pak Sugeng, Pak Supartono, P’Sugiono serta Pak Abidin , punya nilai perubahan, mereka semua masing-masing punya “GAYA” yang khas, gaya seorang Oposisi, namun tetap berada pada Rel yang mereka yakini bisa bermanfaat bagi program-program kerja ke depan., Rasa Optimis yang ditunjukan oleh mereka tentunya akan berdampak muculnya semangat baru , dengan kemeriahan yang berbeda dari sebelumnya, walaupun pengendali utamanya tetap di Tangnan Pak RW, namun mereka punya setengah mimpi yang bisa mereka wujudkan secara bersama-sama.

Inilah tantangannya, kepada mereka yang tergabung di Komando 589 ( Kumpulan Ide dan Kreatifitas dari Rt.5, Rt.8 dan Rt.9 ) tentunya tidak sekedar berkolaborasi, tapi harus punya visi, 2700 Jiwa di wilayah RW delapan belas, merupakan Ladang amal, ini bagian terkecil dari membangun Indonesia kedepan. Sudah sepatutnya kalau warga RT Delapan, ikut andil mensupport rekan mereka dikepengurusan RW delapan belas, Sambil menyanyikan senandung OJO Dumeh. Bravo Rtdelapan, Bravo Detasemen 88. Selamat Bekerja. ( #msntro#)

Minggu, 23 November 2008

Mengantar Sebuah Kebahagiaan (2)

Inilah moment yang kedua kalinya, kami di komunitas Sangray mencoba menghantarkan sebuah kebahagaian pada hari Sabtu tanggal 08 Nopember 2008 kepada Ananda Santi Susanti A.Md dengan Tri Wahyudi SE, mereka berdua telah dipertemukan Allah SWT semata-mata untuk menjalankan syariat Islam yakni melaksanakan akad Nikah/ijab Kabul seiring dengan kedekatan mereka sebagai dua anak manusia, yang selama ini sudah saling kenal, sudah saling cinta, sudah saling tahu, Tahu apanya ? tahu dalam dalam arti bukan Auratnya, tapi tahu dalam arti sifat kemanusiannya, seperti Kepribadiannya, pemikirannya, Bakatnya, keinginananya, Wataknya, Sifatnya, Kekuatan-kelemahannya dan tahu tentang sopan santunnya serta apa saja yang membentuk kemanusiaaanya.

Pernikahan tidak hanya sekedar formalitas hubungan antar kasih sayang dua manusia, bukan pula hanya upacra sacral yang merupakan bagian dari kehidupan manusia, namun pernikahan merupakan ibadah yang disyariatkan oleh Allah swt, melalui rasulnnya, untuk itu tidak diragukan lagi bahwa pernikahan adalah suatu bukti ketundukan seseorang kepada Allah Swt dan rasulnya.

Tak banyak kata yang bisa kami sampaikan selain menyampaikan rasa Syukur dan restu kepada kedua mempelai, dan Do’a agar keduanya dijadikan keluarga yang Sakinah, Mawadah , Warohmah, Jadikanlah pertemuan keduannya menjadi pasangan yang bisa saling menentramkan, berilah mereka berdua kekuatan untuk menjalani hidup berumah tangga dan limpahkanlah Rezeki serta dekatkanlah keduannya dengan selalu berzikir kepada Allah Swt..

Buat Keluarga besar Ibu Sindra Rida Gani Idrus, dan Keluarga Bpk Duracman , Semoga senantiasa dilimpahkan Rahmat dan Hidayat dari Allah Swt, dan menjadi orang tua teladan bagi putra-putrinya. Teriring salam buat Kak Embo dan Kak Ferry, Reza kapan Menyusul ? Amin. ( *Mstro*)