
Namanya Eko Ramaditya Adikara . Profesinya : game music composer, blogger , motivator, penulis , wartawan , dan editor. Lalu apa istimewanya ? Tidak ada , kecuali bahwa dia menjalani semua profesi itu dalam kegelapan . Ya , Rama adalah seorang tunanetra !?
Tapi, jangan pandang Rama sebelah mata. Walau sudah tunanetra sejak lahir, Rama mampu melakukan pekerjaan yang galibnnya dilakukan orang normal. Dia ikut dalam penataan musik nitendo untuk Video games ”Super Smash Brothers Brawl” yang dirilis 10 Februari 2008. Karya komposisi musik yang sudah dibuatnya lebih dari seratus buah. Tiga diantarannya dipakai untuk tema lagu permainan ”Final Fantasy VII”, sebuah permaianan buatan jepang yang sangat terkenal dikalangan pencinta Games komputer di dunia. Termasuk Indonesia.
Pada 2003, Rama meciptakan dan mendirikan www.ramaditya.com situs yang dia ciptakan dan desain sendiri, Bagaimana dia bisa bekerja di Laptop yang selalu dibawa kemanapun dia pergi? Bagaimana pula Rama mengerti perintah komputer yang jumlahnya tak terhitung itu ?
”Saya meninggalkan huruf Braille sejak sepuluh tahun lalu saat teknologi pembaca layar ( Screen reader ) hadir, bagi saya ini sebuah Revolusi, sampai sekarang praktis saya tidak menggunakan Braile lagi. Saya bisa membaca buku atau menulis di komputer seperti mereka yang berpenglihatan normal” kata Rama yang baru tahu kalau dirinya tuna netra pada umur tujuh tahun.
Meski saya seorang tuna netra, bagiku perjalanan ke mana-mana bukanlah hal yang sulit, aku bisa sendirian mondar-mandir keliling kota, berjalan kaki, menyeberang jalan, naik-turun angkutan kota dan bus, bahkan hingga yang berada diluar jawa seperti Palembang dan pontianak. dan belakangan termasuk keluar negeri seperti Tokyo ( jepang ) dan Bangkok ( Thailand). Selain iu, aku juga senang mendaki gunung.
Nah, Rekan-rekan dikomunitas Sangray, saya hanya ingin sharing dan coba menggambarkan karakterisktik seorang Rama, kebetulan saya telah berjumpa, sudah melihat langsung bagaimana seorang Ramaditya mengetik dan mengoperasikan Laptopnya dan tahu persis bagaimana Rama merespon seluruh pertanyaan dari yang hadir dipertemuan itu, pertanyaan yang sifatnya pribadi maupun Non Pribadi, dari yang religius hingga pertanyaan soal kisah cinta. Beliau jawab dengan sangat terbuka sekali, Rama adalah seorang yang suka ngobrol dan sangat berbagi sekali tentang apa saja, Seorang Pemuda sederhana yang suka sekali dengan traveling, Dia tidak begitu ngotot dengan apa yang orang bilang tentang kesuksesnya, dia lebih memilih hidup ini dengan menjalani sesuai dengan kemampuannya. Dia akan merasa lebih bangga kalau bisa melakukan apa yang dia mau ketimbang meraih kesusksesan dengan membuang harga diri. Keyakinannya yang dia sebutkan dipertemuan itu dan tetap dipercayai sampai saat ini adalah tentang firman ALLah yang mengatakan bahwa”Allah tidak akan menguji manusia diluar kesanggupannya” dan ”Seseorang tidak akan berubah kecuali dia mau dan berusaha merubah keadaannya”. Ungkapan-ungkapan inilah dan karakterisitik seorang seperti Rama yang membuat saya sangat terenyuh, rasanya disetiap puncak permasalahan dari diri manusia, manusia selalu yakin bahwa orang selalu punya daya untuk bertahan dan selalu punya kreativitas yang pada akhirnya bisa mendapatkan jalan keluar. Bagaimana Allah menunjukan kepada kita semua, tentang kehebatan manusia dan kemurahan Allah pada setiap diri manusia, Sebuah pembelajaran dari seorang Ramaditya, tentang Allah dan makluk ciptaanya, mudah-mudahan kita bisa belajar dan bisa mengendalikan rasa egomanusia yang mudah lupa kepada penciptannya, agar dengan itu kita tahu persis bahwa kita tidak hanya mengejar yang enak tapi juga yang baik, insya Allah kita tidak akan dihancurkan oleh diri kita sendiri.
Hari itu, rasanya saya sangat beruntung sekali, selain bertemu langsung dengan Rama sekaligus saya juga mendapatkan buku karangan Beliau yang langsung ditandatangani dihadapan saya, Bagi Rekan komunitas Sangray yang ingin lebih tahu dan lebih dalam lagi mengenai Rama, bagaimana Rama bisa melakukan itu semua , bagaimana kisah kecilnya , perjuangannya dan bahkan kisah cintanya , dituliskan oleh Rama dalam bukunya yang pertama : Blind Power ? Berdamai dengan Kegelapan . Buku ini sangat inspiratif sekali.
Lihat komentar salah satu Pimpinan Redaksi Mobile Magazine ( Bpk Eko Kuntadi ) :”?Rama seolah ingin meledek kita : dengan kondisi fisik relative lengkap , sudah berapa banyak karya yang telah kita hasilkan ?? Buku ini menambah perasaan malu saya sekaligus menjadi motivasi untuk tidak pernah menyerah pada keadaan ...”
” Rama punya talenta yang diasah dan dia berkarakter happy yang pastinya menginspirasi banyak orang. Pokoknya buat kita yang berpenglihatan normal, yang masih sering mengeluh, malu deh, kalau lihat Rama yang sukses. Oke Rama, teruslah berjuang dalam gelap dan tebarkan semangat” pesan dari Dr. Aisyah Dahlan. Kaunit nArkoba RS Bhayangkara.
Dan akhirnya, inilah yang saya bisa sharing, sebuah kata terakhir yang saya tangkap dari pesannya Rama sebelum meninggalkan ruang pertemuan : BLA........BLA.......BLA ( Believe, Learning and action ).#msntro#


