Akhirnya datang juga, demam pemilu yang hampir dua bulan terakhir ini mengunjungi seluruh penduduk Indonesia, tak terkecuali juga penduduk di komunitas Sangray, baik lewat pesan baleho besar , mulai dari berbagai foto caleg hingga stiker-stiker yang tidak saja mubazir namun syarat dengan penempatan yang asal tempel seperti penempelan di tembok-tembok rumah warga dan ditiang2 listrik maupun telepon, kesan kotor dan tidak tertib menjadi pemandangan biasa hampir diseantero bumi bekasi. Namun bukan itu yang ingin kami bagi ceritannya kepada semua Rekans Sangray, yang ingin kami bagi adalah pesta demokrsi di TPS 124, satu tps yang kebetulan berada di ujung pintu masuk warga sangray, tempat dimana hampir 80% warga sangray menyuarakan pilihannya pada hari kamis pagi tanggal 9 April 2009.
Menjadi petugas di TPS bukan perkara sederhana, perlu kesiapan fisik, fikiran dan juga emosi,selain sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pemilu, lewat petugas tps inilah hasil perolehan pemilihan itu sendiri diperoleh dengan sangat akurat dan pasti, peran inilah yang menjadi tanggung jawab petugas Tps, selain cukup melelahkan juga terbilang cukup berat untuk proses yang harus diselesaikan dalam satu hari penuh. Anda bisa bayangkan kalau tidak ada orang yang bersedia menjadi petugas Tps, salah dalam proses penghitungan suara , maka sudah pasti semua hasil yang diperoleh akan salah, dan kalau sudah seperti ini, bukan hanya cemoohan yang didapat, tapi cercaan, hinaan dan bahkan kekerasan fisik mungin saja terjadi dan menimpa petugas Tps, baik dari Pemilih itu sendiri, Saksi, pemantau bahkan Calegpun tidak mustahil akan ikut mencari anda , apalagi kalau perkara sampai ke polisi, bukah honor yang didapat tapi borgol yang dipasang.
Alhamdulillah, peran dari beberapa warga Sangray yang gabung di TPS124, cukup solid dan bisa membantu lancarnya proses pemilu itu sendiri, mulai dari DPT yang berjumlah 320 orang, hingga penyerahan kembali kotak suara hasil perolehan dari peserta pemilih ke PPS di kelurahan Aren jaya hingga menjelang jam setengah satu dini hari. Yang mungkin berbeda adalah kalau dulu orang hanya mengenal 3 lambang saja, kalau tidak banteng, ya pohon beringin , kalau tidak keduanya pastilah gambar bintang, tapi tahun 2009 ini orang dipaksa untuk melihat begitu beragamnya gambar partai mulai dari Gambar kepala Garuda, Bintang Biru, Bintang Merah, Gambar Payung, Gambar Bulan,gambar matahari, gambar padi dan bulan sabit, gambar merpati, gambar bola dunia, gambar orang bersalaman, gambar delapan penjuru mata angin , Hanura, Pelopor, Barnas hingga Foto-foto caleg dari mulai kaum muda hingga yang seumur-umur masih tetap bercokol di DPR. Mulai dari bintang sinetron hingga penyanyi dangdutpun bisa dadakan jadi caleg. Sambil berkelakar , orang muda di TPS 124 berucap sesame anak muda “ Coy, gambar ape yang mesti gue contreng “, rekannya menyahut Emang Gue pikirin, eh ternyata kata-kata tersebut ditulis besar-besar dikertas suara aslinnya, EMANG GUE PIKIRIN, penipu rakyat, sampae tanda contreng dibuat sebesar tahi lalat, masih kelihatan tapi bikin pusing petugas KPPS dan para saksi, berdebat panjang lebar, mulai dari ukuran sudut sampai sengaja dicontreng atau tidak sengaja di contreng, maklun syah dan tidaknya suara itu menentukan keputusan lolos tidaknya bagi seorang Caleg. Makanya area TPS itu bukan hanya tempat pemungutan suara tapi sudah menjadi wadah Tempat Pusing Semua orang.
Yang tak kalah penting selain perhitungan suara adalah pencatatan record tanda tangan, amatilah saat acara rapat pembukaan dibuka,dan setelah kartu suara resmi diterima dan dicatat jumlahnya, sejak saat itulah satu demi satu tanda tangan seorang ketua Kpps mulai mengcounter, bisa seribu, bisa dua ribu atau bisa lebih dari itu, dalam satu hari penuh, jumlah yang tak umum, dan tak mungkin untuk sekaliber orang yang active diduia kerja manapun, semisal ketua Kpps Tps124, pukul 07:30 sudah mulai membubuhkan tandatangannya di surat suara, hingga pukul 12:00 siang ditutup, dengan total pemilih sebanyak 240 orang yang hadir, hasil kalkulasi 240 x 4 berjumlah 960 buah tanda tangan, plus surat undangan dari dpt 320 orang, plus 4 tandatangan hasil perhitungan suara( DPR,DPD, PDR Propinsi & DDP Kota), plus rekap perhitungan hasil suara detail sebanyak 10 tandatangan dikali empat, plus 19 tandatangan pada jenis sampul yang berbeda, plus tandatangan untuk kebutuhan para saksi, plus tandatangan berita acara penyerahan di PPS, sungguh menakjubkan memang system pemilu kita, selain hasil Caleg yang tidak banyak dikenal orang, juga pandai memberi lelucon yang menyentuh untuk ukuran wong cilik, perhatikan saat penghitungan suara dimulai atau tengok saja saat peserta pemilih memberikan hak suaranya di bilik suara, melipat kertas suara yang selebar Koran itupun saja sudah membuat oarng ketawa, belum lagi hasil yang dicontreng di surat suara, tidak hanya satu yang dicontreng tetapi lebih dari 2 tak masalah bagi pemilih bingung, EGP kata gaul anak sekarang.
Ending dari semua ini yang dicatat di TPS 124 Aren jaya adalah tentusaja kata LANJUTKAN! ( Partai Demokrat ) mendapat peroleh paling banyak, disusul dengan PKS, PDI Perjuangan, Pan, Golkar, Gerinda, sementara partai-partai lainnya tidak dominan perolehan suarannya, bahkan partai yang tak ada pemilihnya seperti PKPB, PPPI, PPIB, Partai Kedaulatan, PPDI, PPIPDK, PKNU, Partai merdeka,PIS,Partai Buruh, Partai karya perjuangan , partai pelopor dstnya. Inilah pesta demokrasi Indonesia yang tergambar pada sebuah TPs 124 Aren jaya, ajang silahturahmi, ajang Guyon, ajang pusing kelliling, ajang kampung daerah, ajang kerja bakti,ajang belajar politik, ajang menjadi saksi, ajang kumpul, ajang tepo seliro, ajang guyup dan ajang Gaple.Menjadi petugas di TPS bukan perkara sederhana, perlu kesiapan fisik, fikiran dan juga emosi,selain sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan pemilu, lewat petugas tps inilah hasil perolehan pemilihan itu sendiri diperoleh dengan sangat akurat dan pasti, peran inilah yang menjadi tanggung jawab petugas Tps, selain cukup melelahkan juga terbilang cukup berat untuk proses yang harus diselesaikan dalam satu hari penuh. Anda bisa bayangkan kalau tidak ada orang yang bersedia menjadi petugas Tps, salah dalam proses penghitungan suara , maka sudah pasti semua hasil yang diperoleh akan salah, dan kalau sudah seperti ini, bukan hanya cemoohan yang didapat, tapi cercaan, hinaan dan bahkan kekerasan fisik mungin saja terjadi dan menimpa petugas Tps, baik dari Pemilih itu sendiri, Saksi, pemantau bahkan Calegpun tidak mustahil akan ikut mencari anda , apalagi kalau perkara sampai ke polisi, bukah honor yang didapat tapi borgol yang dipasang.
Alhamdulillah, peran dari beberapa warga Sangray yang gabung di TPS124, cukup solid dan bisa membantu lancarnya proses pemilu itu sendiri, mulai dari DPT yang berjumlah 320 orang, hingga penyerahan kembali kotak suara hasil perolehan dari peserta pemilih ke PPS di kelurahan Aren jaya hingga menjelang jam setengah satu dini hari. Yang mungkin berbeda adalah kalau dulu orang hanya mengenal 3 lambang saja, kalau tidak banteng, ya pohon beringin , kalau tidak keduanya pastilah gambar bintang, tapi tahun 2009 ini orang dipaksa untuk melihat begitu beragamnya gambar partai mulai dari Gambar kepala Garuda, Bintang Biru, Bintang Merah, Gambar Payung, Gambar Bulan,gambar matahari, gambar padi dan bulan sabit, gambar merpati, gambar bola dunia, gambar orang bersalaman, gambar delapan penjuru mata angin , Hanura, Pelopor, Barnas hingga Foto-foto caleg dari mulai kaum muda hingga yang seumur-umur masih tetap bercokol di DPR. Mulai dari bintang sinetron hingga penyanyi dangdutpun bisa dadakan jadi caleg. Sambil berkelakar , orang muda di TPS 124 berucap sesame anak muda “ Coy, gambar ape yang mesti gue contreng “, rekannya menyahut Emang Gue pikirin, eh ternyata kata-kata tersebut ditulis besar-besar dikertas suara aslinnya, EMANG GUE PIKIRIN, penipu rakyat, sampae tanda contreng dibuat sebesar tahi lalat, masih kelihatan tapi bikin pusing petugas KPPS dan para saksi, berdebat panjang lebar, mulai dari ukuran sudut sampai sengaja dicontreng atau tidak sengaja di contreng, maklun syah dan tidaknya suara itu menentukan keputusan lolos tidaknya bagi seorang Caleg. Makanya area TPS itu bukan hanya tempat pemungutan suara tapi sudah menjadi wadah Tempat Pusing Semua orang.
Yang tak kalah penting selain perhitungan suara adalah pencatatan record tanda tangan, amatilah saat acara rapat pembukaan dibuka,dan setelah kartu suara resmi diterima dan dicatat jumlahnya, sejak saat itulah satu demi satu tanda tangan seorang ketua Kpps mulai mengcounter, bisa seribu, bisa dua ribu atau bisa lebih dari itu, dalam satu hari penuh, jumlah yang tak umum, dan tak mungkin untuk sekaliber orang yang active diduia kerja manapun, semisal ketua Kpps Tps124, pukul 07:30 sudah mulai membubuhkan tandatangannya di surat suara, hingga pukul 12:00 siang ditutup, dengan total pemilih sebanyak 240 orang yang hadir, hasil kalkulasi 240 x 4 berjumlah 960 buah tanda tangan, plus surat undangan dari dpt 320 orang, plus 4 tandatangan hasil perhitungan suara( DPR,DPD, PDR Propinsi & DDP Kota), plus rekap perhitungan hasil suara detail sebanyak 10 tandatangan dikali empat, plus 19 tandatangan pada jenis sampul yang berbeda, plus tandatangan untuk kebutuhan para saksi, plus tandatangan berita acara penyerahan di PPS, sungguh menakjubkan memang system pemilu kita, selain hasil Caleg yang tidak banyak dikenal orang, juga pandai memberi lelucon yang menyentuh untuk ukuran wong cilik, perhatikan saat penghitungan suara dimulai atau tengok saja saat peserta pemilih memberikan hak suaranya di bilik suara, melipat kertas suara yang selebar Koran itupun saja sudah membuat oarng ketawa, belum lagi hasil yang dicontreng di surat suara, tidak hanya satu yang dicontreng tetapi lebih dari 2 tak masalah bagi pemilih bingung, EGP kata gaul anak sekarang.
Negara kita sudah berpuluh-puluhtahun merdeka, sudah berkali-kali berpesta demokrasi, dari banyak partai , sedikit partai, kembali banyak partai dari mencoblos sampai conterng pojok kanan, contreng pojok kiri, tapi pendidikan politik seperti seorang bayi, bukan lagi saya punya cerita, kami ndak ikut-ikut, yang jadi urusan kami adalah bagaimana komunitas sangray tetap cinta Indonesia, tetap sehat, tetap guyup tetap bisa menghirup udara segar, dan tetap ceria. Dan saya berdo’a semoga Pak Purwoyo (Ketua Kpps), Pak Hanung, Pak Nursigit, Pak Djilan, Pak Mudjianto, Pak Sugiono, Pak Triantoro, Pak Suroso dan Tim TPS 124 bisa tetap sehat, dan mari kita songsong PILPRES dengan semangat baru. Amin ( #msntro#).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar