Kepada Rekan-rekan di Sangray, Tulisan ini memang untuk kita semua. Bukan untuk menafsir sebuah pengalaman maupun peristiwa yang pernah sama-sama kita kenang, tapi lebih sekedar untuk mengingat kembali bahwa di suatu tempat, sebuah Desa wisata alami , kita pernah bergembira bersama, bermain bersama, berenang bersama, makan bersama sekaligus bernyanyi bersama. Oh indahnya, sebuah foto kenangan pun menjadi saksinya.
Entah dari mana mulainya, entah siapa yang menyemangatinya, atau Ilham apa yang sempat mampir ke diri mereka, Ibu-ibu di Sangray ini punya kecendrungan untuk membagi kegembiraan mereka, nuansa kegembiraan mereka di Ciater Subang sepuluh tahun silam, sepertinya membekas dan ini yang menjadi pemicu untuk mewujudkannya kembali di Desa Alami, sebuah tempat di wilayah Sukabumi.
Dengan Ibu2 Sangray ini, saya beruntung tidak sekedar menikmati Panganannya saja seperti tahu Goreng, pepes ikan, lalap, tapi juga aksi panggungnya , bahkan keseriusannya untuk menjelajahi daerah wisata, tidak kenal lelah. Mulai dari Taman Buah Mekar Sari, Kebun Wisata Pasir Mukti sampai Wana Wisata Curug Cihurang, Yang penting bagi Ibu2 Sangray ini suasana hati, kreatifitas untuk mewujudkan kebersamaan serta kegembiraannya bisa mengobati rasa lelahnya. Bahkan Jadwal Survey berikutnya mereka sudah siapkan, sepertinya tak jadi masalah ……. Selama…selama waktu dan dokunya ada, nek’ enggak ono, yo paling ditunda…ha..ha.ha.
Dari pengembaraan ini, mereka sepertinya sudah mendapatkan tempat yang sangat pas untuk menjadikan impiannya bisa dinikmati bersama Ibu-ibu yang lain, dengan keluarga selingkungan, dengan adik-adik remaja, dengan Bapak-bapak yang punya urusan kantor segudang hingga lupa membagi kegembiraan bersama tetangga diselingkungannya. Saya menaruh hormat pada Ibu2 Sangray ini, mereka ndak punya pamrih apa-apa ? sekali lagi tak ada , kecuali bahwa mereka berusaha untuk menyumbangkan gagasan dan ide untuk menunjukkan jalan bagi kita semua warga di Sangray, Yang sudah lama hampir beku, dan merasa tak lagi menemukan silahturahmi yang pas guna menyegarkan dan mencairkan kehidupan bertetangga. Sebuah Family gathering mereka wujudkan dalam bentuk yang lain, yang pas buat membagi cinta dengan wujud kebersamaan dan kepedulian sesama tetangga.
Entah dari mana mulainya, entah siapa yang menyemangatinya, atau Ilham apa yang sempat mampir ke diri mereka, Ibu-ibu di Sangray ini punya kecendrungan untuk membagi kegembiraan mereka, nuansa kegembiraan mereka di Ciater Subang sepuluh tahun silam, sepertinya membekas dan ini yang menjadi pemicu untuk mewujudkannya kembali di Desa Alami, sebuah tempat di wilayah Sukabumi.
Dengan Ibu2 Sangray ini, saya beruntung tidak sekedar menikmati Panganannya saja seperti tahu Goreng, pepes ikan, lalap, tapi juga aksi panggungnya , bahkan keseriusannya untuk menjelajahi daerah wisata, tidak kenal lelah. Mulai dari Taman Buah Mekar Sari, Kebun Wisata Pasir Mukti sampai Wana Wisata Curug Cihurang, Yang penting bagi Ibu2 Sangray ini suasana hati, kreatifitas untuk mewujudkan kebersamaan serta kegembiraannya bisa mengobati rasa lelahnya. Bahkan Jadwal Survey berikutnya mereka sudah siapkan, sepertinya tak jadi masalah ……. Selama…selama waktu dan dokunya ada, nek’ enggak ono, yo paling ditunda…ha..ha.ha.
Dari pengembaraan ini, mereka sepertinya sudah mendapatkan tempat yang sangat pas untuk menjadikan impiannya bisa dinikmati bersama Ibu-ibu yang lain, dengan keluarga selingkungan, dengan adik-adik remaja, dengan Bapak-bapak yang punya urusan kantor segudang hingga lupa membagi kegembiraan bersama tetangga diselingkungannya. Saya menaruh hormat pada Ibu2 Sangray ini, mereka ndak punya pamrih apa-apa ? sekali lagi tak ada , kecuali bahwa mereka berusaha untuk menyumbangkan gagasan dan ide untuk menunjukkan jalan bagi kita semua warga di Sangray, Yang sudah lama hampir beku, dan merasa tak lagi menemukan silahturahmi yang pas guna menyegarkan dan mencairkan kehidupan bertetangga. Sebuah Family gathering mereka wujudkan dalam bentuk yang lain, yang pas buat membagi cinta dengan wujud kebersamaan dan kepedulian sesama tetangga.
Bagi Ibu Inung, Ibu Ipeh, Ibu hanung, Ibu Nursigit dan Ibu Ance, Cinta itu sesuatu yang memang harus dibagi rata pada semua warga. Dengan rombongan hampir berjumlah 87 orang, yang terdiri dari Anak-anak, Ibu-ibu, orang tua, Nenek kakek, cucu hingga pembantu juga punya kegembiraan. Ini merupakan pekerjaan yang tak mudah, bagaimana Ibu-ibu ini bisa memanage hingga ke Desa wisata Alami, Wah……yang pasti Selaku humas , Ibu Inung sudah punya trik dan tahu caranya bersilahturahmi dengan Pak Dasep yang kasep, Sipengelola dan humas dari Desa Alami tersebut. Coba dipikir, wong Desa alami itu tak punya sejumlah kamar tidur untuk menampung sebanyak warga Sangray yang berkunjung. Makanya banyak cerita menarik pada saat warga sangray menginap di Paviliun Rena, Di Paviliun Kemiri dan di Paviliun Gintung.
Yang pasti , di acara Familiy Gathering tersebut, tak ada yang susah dan tak ada yang sedih, tiap orang harus pulang membawa kenanganya sendiri , agar dapat dibagi pada keluarga mereka masing-masing, bahwa cinta dan hidup bertetangga harus penuh dengan berkah dan saling peduli. Itu kata kepala Suku rombongan Bapak Hanung Swasono. Bagaimana Suasananya, tempatnya seperti apa sih, Makanannya lezat , enak atau enggak ? ada kolam renangnya tidak, ? Apa ada karokenya ? pergi kesana naik apa ? yang pasti Seruuuuuuuuuuuuu banget, Apalagi ada MCnya, Sitante Vivin dan Om Martino, pasti meriah. Tunggu ya nanti pasti diceritain , deh . soalnya mau ada yang lewat. ( kaya iklan di Tv aja ).
Yang pasti , di acara Familiy Gathering tersebut, tak ada yang susah dan tak ada yang sedih, tiap orang harus pulang membawa kenanganya sendiri , agar dapat dibagi pada keluarga mereka masing-masing, bahwa cinta dan hidup bertetangga harus penuh dengan berkah dan saling peduli. Itu kata kepala Suku rombongan Bapak Hanung Swasono. Bagaimana Suasananya, tempatnya seperti apa sih, Makanannya lezat , enak atau enggak ? ada kolam renangnya tidak, ? Apa ada karokenya ? pergi kesana naik apa ? yang pasti Seruuuuuuuuuuuuu banget, Apalagi ada MCnya, Sitante Vivin dan Om Martino, pasti meriah. Tunggu ya nanti pasti diceritain , deh . soalnya mau ada yang lewat. ( kaya iklan di Tv aja ).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar